Penjelasan-Penjelasan Polisi Soal Keamanan Jakarta pada 22 Mei

Selasa, 21 Mei 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Penjelasan-Penjelasan Polisi Soal Keamanan Jakarta pada 22 Mei Apel TNI-Polri amankan Pemilu 2019. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Menjelang hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 pada 22 Mei banyak beredar isu tentang kondusifitas keamanan Jakarta. Isu-isu bertebaran di media sosial.

Kabar akan ada aksi besar-besaran pada 22 Mei di kantor KPU dan Bawaslu juga beredar luas. Namun, Polri menjamin situasi di ibu kota akan tetap kondusif.

Berikut penjelasan polisi mengenai keamanan Jakarta pada 22 Mei menjelang pengumuman hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 di KPU:

1 dari 4 halaman

Menjaga Situasi di Jakarta

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono tidak ingin situasi ibu kota Jakarta tak kondusif selama tahap penghitungan hingga rekapitulasi suara. Dia telah memerintahkan semua anak buahnya untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Rekan-rekan kami dari Intelijen, Binmas bergerak terus. Dan semuanya bergerak, untuk bagaimana kita meminimalisir potensi kerawanan yang ada agar tak berkembang menjadi suatu gangguan keamanan," ujar Gatot.

Seperti diketahui, polisi siap mengerahkan 32.000 personel untuk mengamankan pengumuman hasil penghitungan suara KPU pada 22 Mei mendatang. Bahkan pengamanan dilakukan dengan empat ring.

2 dari 4 halaman

Jaga Perdamaian dan Keberagaman

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono juga memberi perintah pada anak buahnya untuk terus menebarkan pesan optimisme pasca Pemilu. Ini salah satu cara untuk merajut kembali nilai-nilai persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

"Hilangkan sekat itu mari kita bersatu kembali. Jaga perdamaian dan keberagaman kita. Tolong sampaikan ini. Kalau perlu Polri jadi pendingin terlebih di bulan suci Ramadan ini," jelas Gatot.

"Kalau ini bisa kami pertahankan, situasi kondusif ini bisa kita pertahankan sampai 22 Mei bahkan seterusnya kita pertahankan," tegasnya.

3 dari 4 halaman

Arahkan Masyarakat Melapor ke Pihak Berwenang Jika Tak Puas Hasil KPU

Jika hasil penghitungan KPU sudah keluar dan masih ada pihak yang tak puas, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono menyarankan agar mereka melapor ke pihak yang berwenang.

"Kalau ada oknum lakukan pelanggaran bisa disampaikan kepada DKPP nya. Kalau pelanggar pemilu, sampaikan kepada Bawaslu. Kalau tidak puas hasil KPU, bisa sampaikan mekanismenya melalui MK," kata Gatot.

4 dari 4 halaman

22 Mei Akan Tetap Aman

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menegaskan tidak ada kejadian anarkis yang terjadi pada 22 Mei seperti dalam isu yang beredar. Ia meminta agar masyarakat tak mudah terpancing isu dan berita hoaks tentang kejadian 22 Mei.

"(Isu 22 Mei) Nggak ada itu, semua akan berjalan dengan aman. Kita TNI-Polri siap amankan ibu kota Jakarta. Masyarakat seperti biasa lakukan aktivitasnya masing-masing. Kita selalu lakukan patroli dan jangan terpancing isu-isu atau berita hoaks yang belum benar terjadi. Hingga saat ini masih kondusif, Jakarta aman," kata Argo kepada merdeka.com. [has]

Baca juga:
PDIP: Penghasut dengan Narasi Curang Adalah Mengingkari Rakyat
Serikat Buruh NU Tolak Aksi 22 Mei
Aksi 22 Mei Dinilai Bukan Gerakan Jihad
Menhub Budi Setuju Pilot Pengajak Aksi 22 Mei Ditindak Kepolisian
Jelang Aksi 22 Mei, Polisi Lakukan Pemeriksaan di Stasiun dan Terminal Solo

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini