Penjelasan Lengkap KPU soal Penyebab Situng Belum 100 Persen

Rabu, 12 Juni 2019 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Penjelasan Lengkap KPU soal Penyebab Situng Belum 100 Persen Gedung KPU. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Data Pilpres 2019 yang masuk ke Sistem Hitung (Situng) KPU mencapai 97.1 persen. Meskipun jumlah data yang masuk belum mencapai 100 persen, KPU sudah memutuskan penghitungan selesai pada 21 Mei 2019.

Lalu apa penyebab data yang terkumpul belum 100 persen? Berikut penjelasan dari KPU:

1 dari 4 halaman

Soal Kelengkapan Data di Lapangan

Tahun ini pemilu 2019 diadakan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Pihak KPU menjelaskan ada beberapa daerah yang belum melengkapi data penghitungan pemilu. Ini adalah salah satu mengapa situng KPU belum 100 persen.

“Makanya itu kami akan cek ke KPU Provinsi, Kabupaten/Kota setempat. Kenapa belum menyelesaikan (Situng Pemilu) 100 persen. Soal kelengkapan data di lapangan gitu,” kata Ketua KPU Arief Budiman.

Arief mengaku tidak hafal daerah-daerah yang belum menyelesaikan Situngnya. Ia menjelaskan data yang diinput ke dalam Situng KPU terdiri dari data pilpres dan data pileg dari seluruh Indonesia.

Sebelumnya Arief sudah menargetkan agar bisa menyelesaikan penghitungan dari seluruh jenis pemilu, paling lambat 5 hari. “Misalnya menyelesaikan update upload data untuk pilpres itu 5 hari selesai, nanti untuk DPR RI 5 hari selesai, targetnya begitu sih," katanya.

2 dari 4 halaman

Kondisi di Luar Daerah

Kendala di luar daerah juga memengaruhi masuknya data ke Situng KPU. Kendala tersebut seperti kesalahan petugas KPPS dan kondisi di luar daerah.

Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan kendala di luar daerah seperti di Papua dan Papua Barat. "Dengan pertimbangan-pertimbangan, kondisi di Papua, sinyal dan lain-lain. Misal di Papua dan Papua Barat yang masih banyak bolongnya," kata Ilham.

3 dari 4 halaman

Kendala Petugas KPPS

Komisioner KPU Ilham Saputra menjelaskan kesalahan petugas Kelompok Petugas Pemungutan Suara (KPPS) juga memengaruhi jumlah data yang masuk ke Situng KPU. Kemungkinan ini terjadi karena kurangnya pemahaman petugas.

"Kemudian kami tidak menutup mata bahwa petugas kami salah mengartikan, bahwa C1 Situng itu salah dimasukkan ke kotak. Nah sehingga kami kemudian harus meminta kepada Bawaslu untuk buka kotak, kemudian setelah di buka baru (discan) dan dimasukin ke dalam Situng," kata Ilham.

Meskipun begitu, pihaknya tetap berusaha menyelesaikan input data Situng. "Mungkin supervisi kurang, atau pemahaman KPPS kurang, mereka mungkin tidak perhitungkan soal itu," ujarnya.

4 dari 4 halaman

Kendala Formulir C1 dari TPS

Data formulir C1 sangat penting untuk data Situng. Jika formulir C1 tak sampai ke kecamatan untuk dihitung, maka data tak bisa diinput ke Situng.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis menjelaskan belum rampungnya Situng KPU karena adanya kendala yang dihadapi oleh petugas pemilu terkait formulur C1 atau formulir pencatatan perolehan suara di TPS.

Maksudnya, petugas tak mendapat formulur C1 dari beberapa TPS. Jadi datanya tak bisa diinput ke Situng.

"Ada kasus sejumlah teman-teman KPPS itu dokumen form C1 tidak dikeluarkan, maksudnya tidak dikeluarkan itu dimasukkan ke dalam kotak ketika disampaikan ke kecamatan. Sehingga teman-teman tim Situng tidak dapat menginput," ujar Viryan.

[has]
Topik berita Terkait:
  1. KPU
  2. Pemilu 2019
  3. Pilpres 2019
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini