Penjelasan KPK Soal Cekcok Nawawi Pomolango & Mumtaz Rais yang Bertelepon di Pesawat

Jumat, 14 Agustus 2020 20:38 Reporter : Lia Harahap
Penjelasan KPK Soal Cekcok Nawawi Pomolango & Mumtaz Rais yang Bertelepon di Pesawat Mumtaz Rais. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango terlibat cekcok dengan Ahmad Mumtaz Rais, anggota DPR yang juga anak politikus senior, Amien Rais. Cekcok bermula karena Mumtaz tak juga mengindahkan teguran pramugari yang memintanya menyudahi aktivitas bertelepon karena pesawat sedang pengisian bahan bakar.

Lewat surat elektronik yang diterima merdeka.com, Jumat (14/9), Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, menjelaskan teguran Nawawi pada Mumtaz saat semata-mata hanya mengingatkan sesama penumpang bahwa dalam penerbangan ada aturan yang harus dipatuhi demi keselamatan bersama.

"Pimpinan KPK, Nawawi Pomolango pada saat itu sedang dalam perjalanan dinas atau penugasan dari KPK. Namun, posisi Pak Nawawi untuk mengingatkan penumpang lain saat itu, lebih bertindak sebagai salah satu penumpang yang menyadari adanya aturan di penerbangan yang wajib dipatuhi oleh siapapun, tidak peduli anda pejabat negara ataupun tidak," kata Ali.

"Selain itu ada aspek keselamatan seluruh penumpang yang juga perlu diperhatikan, sehingga Nawawi saat itu menyampaikan saran pada salah satu penumpang penerbangan Garuda Indonesia yang sedang berbicara melalui telepon padahal saat itu pesawat sedang mengisi bahan bakar saat transit di Makassar dan telah ada imbauan dari petugas di pesawat baik melalui audio ataupun secara langsung agar menonaktifkan telepon genggam," sambungnya.

Sebagai warga negara terlebih yang menduduki jabatan publik, sambungnya, sepatutnya lah memiliki kesadaran etis untuk mematuhi aturan yang berlaku dan tidak bertindak arogan sangatlah penting. Hal itu berlaku untuk peristiwa apapun.

"Akan tetapi, itikad baik mengingatkan yang bersangkutan tersebut justru direspons negatif, bahkan yang bersangkutan sempat mengatakan: "Kamu, siapa?" dan mengatakan pada Pak Nawawi saat itu, bahwa ia sedang bersama dengan salah satu Wakil Ketua Komisi dari DPR-RI," jelasnya.

Ali menambahkan, saat itu Nawawi sebenarnya tidak mengetahui nama atau dengan siapa dia bicara. Tetapi sebagai sesama penumpang, dia merasa memiliki kewajiban untuk mengingatkan penumpang tersebut agar mematuhi aturan yang berlaku di penerbangan.

"Nawawi juga tidak pernah berharap ia didengar karena ia adalah Pimpinan KPK. Namun harapannya siapapun penumpang yang mengingatkan penumpang lain, seharusnya tidak direspons secara negatif. Karena hal itu adalah untuk kepentingan bersama," jelasnya.

Berikut kronologi peristiwa yang terjadi di dalam maskapai Garuda Indonesia dengan rute Gorontalo-Makassar-Jakarta pada Rabu (12/8) lalu:

1. Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango melakukan perjalanan dinas ke Gorontalo dalam rangka menjalankan tugas kegiatan koordinasi pemberantasan korupsi dengan APH dan APIP di wilayah Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus sampai 12 Agustus 2020.

2. Nawawi kembali ke Jakarta pada Rabu, 12/8/2020 dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Perjalanan pesawat transit di bandara di Makassar untuk pengisian bahan bakar.

3. Pada saat pengisian bahan bakar, petugas pramugari sudah mengingatkan beberapa kali secara langsung ataupun secara umum melalui pengeras suara agar kepada para penumpang tidak berjalan serta tidak menggunakan alat komunikasi dst.

4. Nawawi saat itu melihat penumpang yang bersangkutan tidak mengindahkan imbauan pramugari hingga sekitar 3 kali. Karena yang bersangkutan masih terus bicara melalui telepon, sementara Nawawi melihat dari jendela di samping tempat duduknya ada kendaraan pengisi bahan bakar di sekitar pesawat, maka dengan pertimbangan keselamatan seluruh penumpang, Nawawi mengingatkan pada yang bersangkutan untuk mematuhi aturan yang berlaku di penerbangan.

5. Namun demikian, yang bersangkutan tidak merespons dan tetap bicara melalui telepon. Nawawi kembali ke kursi, namun dikejutkan ketika penumpang yang diingatkan tadi justru kemudian mengatakan "Kamu siapa?". Hal ini dijawab Nawawi: "Saya penumpang pesawat ini dan oleh karenanya wajib mengingatkan sesama demi keselamatan bersama".

6. Akan tetapi penumpang tersebut tidak mengindahkan dan menyampaikan beberapa hal, hingga terucap salah satu kalimat yang kurang lebih mengatakan bahwa ia di sini bersama wakil ketua komisi III DPR dengan mengarah ke salah satu kursi kedua di belakang Nawawi.

7. Atas jawaban tersebut kemudian Nawawi merespons bahwa ini adalah kewajiban kita sesama penumpang untuk mengingatkan demi keselamatan bersama. Tidak ada hubungannya dengan posisi sebagai pejabat di mana pun, termasuk di DPR-RI. Hal ini berangkat dari pemahaman, bahwa Pak Nawawi memahami mitra kerja di Komisi III DPR-RI adalah orang-orang yang memahami hukum sehingga tidak mungkin akan bersifat arogan membela jika ada pelanggaran aturan di penerbangan tersebut. Apalagi mengingatkan penumpang lain yang menelepon saat pesawat mengisi bahan bakar adalah demi keselamatan bersama seluruh penumpang.

8. Setelah akhirnya diketahui bahwa Nawawi adalah Pimpinan KPK, ada upaya dari penumpang lain yang tadi disebut salah satunya dari unsur Pimpinan Komisi III DPR untuk meredakan persoalan. Namun tentu saja kita memahami persoalannya bukan pada aspek pribadi Nawawi, tetapi bagaimana kita memahami dan mematuhi aturan penerbangan yang berlaku dan bersedia diingatkan jika keliru.

9. Kemudian, Pak Nawawi mengatakan kalau begitu nanti setelah di bandara saya akan menginformasikan hal ini pada petugas yang berwenang di bandara. Setelah turun di Bandara Soekarno Hatta, lalu NP memberikan informasi adanya kejadian tersebut kepada Kapospol Terminal 3F.

10. Sampai sore ini, pihak PT Garuda juga telah menghubungi Pak Nawawi dan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas apa yang dilakukan selaku penumpang Garuda Indonesia yang mendukung aturan keselamatan penerbangan terkait turut mengingatkan sesama penumpang demi keselamatan bersama.

11. Demikian juga pihak Polres Bandara juga sudah datang menemui Pak Nawawi di kantor KPK dan sudah disampaikan pada prinsipnya bahwa penyelesaian kejadian tersebut diserahkan sepenuhnya kepada petugas yang berwajib.

12. Atas kejadian ini tentu menjadi pembelajaran bahwa setiap penumpang pesawat agar mematuhi aspek etika dan aturan penerbangan untuk keselamatan bersama dan tentu apa yang dilakukan NP harus pula diikuti oleh setiap penumpang untuk saling mengingatkan sesama penumpang lain dalam penerbangan demi keselamatan bersama.

"Perlu kami tegaskan, insiden yang terjadi di penerbangan tersebut seharusnya tidak perlu terjadi jika seluruh penumpang memiliki kesadaran bersama dan bersedia diingatkan jika melakukan kekeliruan. Pak Nawawi sudah menyampaikan bahwa hal ini bukan masalah pribadi beliau, tetapi agar menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk patuh pada aturan yang berlaku," kata Ali.

"Khususnya di penerbangan karena ini terkait dengan keselamatan seluruh penumpang, dan yang juga paling penting: apapun jabatan kita bukan berarti membuat kita dikecualikan dari kewajiban etik dan hukum agar patuh pada peraturan yang berlaku. Justru pejabat publik wajib memberikan contoh integritas dalam hal apapun," tegasnya.

Baca Selanjutnya: Penjelasan Versi PAN...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini