Penjelasan BMKG Soal Hujan Es di Tengah Kabut Asap Pelalawan

Selasa, 24 September 2019 09:26 Reporter : Merdeka
Penjelasan BMKG Soal Hujan Es di Tengah Kabut Asap Pelalawan Hujan es di Desa Pulau Muda Pelalawan. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Hujan sempat mengguyur sejumlah wilayah di Riau, termasuk Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti. Hanya saja kejadian ini membuat heboh warga di sana karena yang turun adalah hujan es.

Butiran berbentuk kristal lunak itu membuat suara berisik ketika jatuh di atap rumah warga. Usai hujan reda, beberapa warga lalu keluar rumah dan melihat apa yang sebenarnya turun dari langit.

Warga kaget ketika mengambil serpihan hujan itu di tanah. Beberapa warga yang memeganginya sempat mengabadikan dan menyebarkan videonya ke media sosial dan aplikasi WhatsApp.

"Ini adalah hujan es yang turun tadi di Desa Pulau Muda, Teluk Meranti," ucap pengambil video itu. Dikutip dari Liputan6.com.

Perekam butiran hujan es menyebut hal ini belum pernah terjadi di daerahnya. Dia pun merasa heran mengapa hujan yang sudah lama tidak turun membawa butiran es.

"Hujan es ini membuat heboh warga, ini dia butirannya yang seperti salju," ucap perempuan tadi.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun di Pekanbaru menyebut hujan es di Pelalawan turun pukul 13.00 WIB. Kejadian ini disebut sebagai fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi.

Menurut Analis BMKG Yudistira, hujan es biasanya turun disertai kilat ataupun petir serta angin kencang. Biasanya terjadi saat musim pancaroba atau peralihan dari kemarau ke hujan serta sebaliknya.

"Durasinya singkat. Sehari sebelum turun, udara pada malam hingga pagi hari terasa panas dan gerah akibat radiasi matahari cukup kuat disertai kelembapan udara cukup tinggi," terang Yudistira.

Di lokasi hujan es, tambah Yudistira, mulai pukul 10.00 WIB tumbuh cumulus (awan putih berlapis-lapis). Di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

Tahap berikutnya, awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu kehitaman yang dikenal dengan awan Comulonimbus. Pepohonan di sekitar lokasi mulai bergoyang cepat.

"Akan terasa sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri. Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari lokasi," terang Yudistira. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini