Penjelasan BMKG Penyebab Banjir Rob Semarang

Selasa, 24 Mei 2022 12:32 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Penjelasan BMKG Penyebab Banjir Rob Semarang Banjir rob Semarang 2022. ©2022 liputan6.com

Merdeka.com - Banjir rob menerjang kawasan pesisir Semarang, Jawa Tengah. 8.000 kepala keluarga terdampak banjir rob yang disebabkan jebolnya tanggung Tambak Mulyo, Kelurahan Tanjung Emas, Semarang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi pasang surut air laut yang menyebabkan banjir rob melanda sebagian utara Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, berlangsung sejak 14 hingga 25 Mei 2022.

"Potensi banjir pesisir ini dapat terjadi hingga 25 Mei 2022," kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim, BMKG, Eko Prasetyo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (24/5).

Eko menambahkan, sejak tanggal 13 Mei 2022 BMKG telah merilis informasi potensi banjir pesisir di beberapa wilayah Indonesia bersamaan adanya fase bulan purnama dan kondisi Perigee (Jarak terdekat bulan ke bumi).

Dia menyebutkan, kondisi banjir pesisir terjadi di utara Pantai Tegal, Wonokerto-Pekalongan, Pantai Sari-Pekalongan, Pantai Batang, Pantai Tawang Kendal.

Kondisi serupa juga terjadi di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jalan Raya Genuk Semarang-Demak, Pantai Karang tengah Demak, Pantai Rembang, dan pesisir Jawa Timur.

Eko menjelaskan, selain faktor curah hujan di beberapa wilayah, gelombang tinggi di Laut Jawa yang mencapai 1,25 - 2,5 meter juga memberikan dampak terhadap peningkatan banjir rob di wilayah tersebut.

"Ketinggian banjir pesisir berbeda di tiap wilayah. Namun demikian, kondisi ini secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat," kata Eko.

Dia mengatakan, masyarakat diimbau untuk menyiapkan upaya mitigasi dan adaptasi untuk mengantisipasi dampak dari banjir pesisir tersebut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa BMKG menerapkan paradigma Preventive Maintenance dalam menjaga kualitas produk data dan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Langkah ini dilakukan karena BMKG tidak ingin 'kecolongan' dengan kejadian bencana alam.

"Tidak hanya penambahan instrumen alat saja, namun pemeliharaan seluruh peralatan operasional juga menjadi prioritas utama BMKG, terutama yang berkaitan dengan sistem peringatan dini," kata Dwikorita.

2 dari 2 halaman

8 Ribu Kepala Keluarga Terdampak Banjir Rob Semarang

Sejumlah wilayah di pesisir Kota Semarang, Jawa Tengah tergenang banjir rob. Termasuk area pelabuhan Tanjung Emas dan kawasan industri.

Ketinggian banjir rob bervariasi. Mulai 50 sentimeter hingga 1 meter. Banjir rob diakibatkan jebolnya tanggul Tambak Mulyo, Kelurahan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan, banjir rob tersebut membuat ribuan keluarga menjadi terdampak yang terjadi pada Senin (23/5) siang.

"Masyarakat yang terdampak sekitar 8.000 KK," kata Iqbal dalam keterangannya, Selasa (24/5).

Iqbal menjelaskan, tanggul di pelabuhan yang jebol dikarenakan hantaman gelombang laut yang keras hingga merusak tanggul tersebut.

"Permukaan air laut, diperkirakan puncaknya hari ini," ujar dia.

Polrestabes Semarang bersama Forkopimda telah membuat dapur umum serta menyiapkan tempat penampungan sementara meskipun masyarakat masih belum mengungsi. Perbaikan sementara tanggul menunggu air laut surut dengan berkoordinasi BMKG dan pihak terkait.

"Siapkan dapur umum, siapkan tempat penampungan sementara (walau saat ini masyarakat masih belum mau mengungsi), bantuan kesehatan," kata Iqbal. [gil]

Baca juga:
Kawasan Pelabuhan Semarang Masih Tergenang Banjir Rob, Aktivitas Produksi Terhenti
Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Kebanjiran, 500 Peti Kemas Terendam Air
PLN Putus Aliran Listrik di Area Terdampak Banjir Rob Semarang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini