Penjelasan Bapeten Terkait Kasus Penyelundupan Bahan Berbahaya di Tasikmalaya

Jumat, 10 April 2020 19:36 Reporter : Ya'cob Billiocta
Penjelasan Bapeten Terkait Kasus Penyelundupan Bahan Berbahaya di Tasikmalaya Ilustrasi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menyebut bahan berbahaya yang diselundupkan pelaku di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat bukan bahan nuklir, melainkan tailing dari penambangan timah yang sudah diolah dalam bentuk batako. Hal ini diungkapkan Kepala Biro Hukum, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Bapeten Indra Gunawan.

"Perlu diketahui bahwa tailing tersebut merupakan produk samping dari pengolahan pasir timah, yang secara umum mengandung mineral ikutan berupa TENORM (Technologically Enhanced Naturally Occurring Radioactive Material) seperti kandungan monazite, termasuk di dalamnya unsur uranium, thorium, dan material tanah jarang," ungkap Indra dalam keterangan tertulis kepada merdeka.com, Jumat (10/4).

Namun demikian, prosentase kandungan uranium dan thorium di dalam tailing tersebut sangat kecil, sehingga pengangkutan tailing dalam bentuk batako bukan pengangkutan bahan nuklir. Untuk pengangkutan bahan nuklir, harus memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan ketenaganukliran, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2015 tentang Keselamatan Radiasi dan Keamanan dalam Pengangkutan Zat Radioaktif.

"Di mana sesuai ketentuan tersebut baik pihak pengirim atau penerima wajib memiliki Izin Pemanfaatan dari Bapeten dan pihak pengangkut wajib memiliki izin dari Kementerian Perhubungan," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota menangkap seorang warga berinisial WS (42), warga Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya di rumahnya. Ia ditangkap karena diduga melakukan penyelundupan bahan nuklir.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Yusuf Ruhiman mengatakan, penangkapan yang dilakukan pihaknya merupakan pengembangan kasus yang diselidiki Polda Bangka Belitung. Tidak tanggung-tanggung jumlah yang diselundupkannya pelaku mencapai 7 truk.

"Kita diminta melakukan pengembangan kasus penyelundupan tujuh truk bahan nuklir yang terjadi di sana," ujarnya, Selasa (7/4).

Setelah itu polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelaku di rumahnya. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga menyelundupkan tujuh truk bahan nuklir dengan modus menyembunyikannya di bawah tumpukan bata.

WS diketahui merupakan warga Majalengka, namun berdomisili di Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. "WS sudah kita serahkan ke Polda Babel untuk menjalani proses lebih lanjut. Dia ini sebelumnya memang DPO Polda Bangka Belitung," katanya.

Atas perbuatannya itu, tersangka diduga telah melanggar Undang-undang Minerba, ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 miliar. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Nuklir
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini