Penipuan pendaftaran Akpol, wanita cantik ngaku anak Kapolri

    Reporter : Adi Nugroho | Jumat, 3 Mei 2013 19:44
    Penipuan pendaftaran Akpol, wanita cantik ngaku anak Kapolri
    Yona (kanan) Ngaku Anak Kapolri. ©2013 Merdeka.com

    Merdeka.com - Penipuan dengan mencatut nama Kapolri, Jenderal Timur Pradopo terjadi di Kota Bekasi. Seorang perempuan bernama Yora Bunda Rindi, mengaku sebagai anak Jenderal bintang empat itu bisa memasukkan orang menjadi polisi.

    Dalam kasus ini, Polresta Bekasi Kota menangkap satu orang berinisial EN yang ikut terlibat dalam lingkup penipuan yang nilainya mencapai Rp 1,620 miliar, dari enam korban yang hendak masuk akademi polisi dan bintara polisi.

    EN saat ini mendekam di rumah tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. EN ditangkap di Pekayon, Bekasi Selatan pada Rabu, 1 Mei 2013 oleh Jajaran Reskrim Polresta Bekasi Kota atas laporan Uly Sianturi pada 10 April 2013 lalu.

    Keterlibatan EN dalam kasus ini sebagai penerima uang melalui transfer dari Uly Sianturi, yang ternyata lima dari enam orang yang dibawa Uly tidak masuk menjadi polisi.

    Namun, EN setelah menerima uang dari Uly, kemudian ditransfer kembali ke Yora Bunda Rindi yang bertindak sebagai orang yang bisa meloloskan pendaftaran calon bintara dan akademi Polisi. Pasalnya, Yora Bunda Rindi mengaku sebagai anak orang nomor 1 di korps Kepolisian itu.

    Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Pol Priyo Widyanto, mengatakan, saat ini tersangka yang mengaku sebagai anak Kapolri sedang dilakukan pencarian untuk penangkapan. Dalam kasus ini, kata dia tidak ada sangkut pautnya dengan anggota keluarga Kapolri.

    "Karena menurut tersangka (EN) yang saat ini sudah ditahan bahwa sebagian uang yang diterima sudah ditransfer kepada tersangka (Yora Bunda Rindi)," pungkasnya kepada wartawan, Jumat (03/05).

    [hhw]

    Rekomendasi Pilihan

    KUMPULAN BERITA
    # Penipuan

    Komentar Anda



    BE SMART, READ MORE