Penimbun Obat dan Alat Medis di Taman Sari Nekat Ubah Pemadam Api Jadi Tabung Oksigen

Senin, 26 Juli 2021 18:43 Reporter : Kirom
Penimbun Obat dan Alat Medis di Taman Sari Nekat Ubah Pemadam Api Jadi Tabung Oksigen borgol. shutterstock

Merdeka.com - Pria asal Taman Sari, Jakarta Barat (Jakbar), berinisial IF, ditangkap polisi. Dia ketahuan menimbun peralatan dan perlengkapan kesehatan lalu menjualnya secara online demi keuntungan berlipat di masa pandemi Covid-19.

"Dia berdagang dan menjual sekaligus menumpuk alat kesehatan. Yang mana selama ini alat-alat ini dibutuhkan saat pandemi. Dia tumpuk dan dijual secara online," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima di Polres Metro Tangerang, Senin (26/7).

Deonijiu memaparkan, IF diamankan pada Kamis (22/7) kemarin. Dari tempat pelaku, polisi menyita sejumlah perlengkapan dan peralatan kesehatan, seperti tabung oksigen, regulator oksigen, masker medis, sarung tangan medis, obat-obatan untuk perawatan pasien Covid-19, hingga vitamin.

Dalam aksi penimbunannya itu, IF diduga menjual harga tinggi dari harga pasaran. Hal ini dilakukannya untuk meraup untung besar di tengah kesulitan dan kepanikan masyarakat yang butuh barang-barang medis itu.

"Misalkan saja untuk tabung oksigen ini dia jual satunya sampai Rp4.500.000 padahal harga normalnya itu hanya Rp400 ribu sampai Rp500 ribu," jelas dia.

Selain itu, IF bahkan sampai nekat mengubah tabung oksigen dari berwarna merah yang berisi Co2 menjadi menyerupai tabung oksigen.

"Tabungnya dicat ulang menjadi warna putih untuk mengelabui korban. Jadi sebenarnya warna merah. Ini sudah tidak pada tempatnya, untuk Co2 malah digunakan untuk O2 (oksigen)," jelas Kapolres.

Kapolres juga menegaskan, tersangka IF juga diduga ikut mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu. Dia juga pecandu narkoba.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 114 Ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dia juga disangkakan pasal 196 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 62 Undang-undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999.

"(Pelaku) dapat dipidana dengan hukuman mati, seumur hidup atau paling singkat 6 tahun," jelas Deonijiu. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini