Pengurus Kopaja Dipolisikan Diduga Gelapkan Uang Kontrak Kerja dengan PT TransJakarta

Kamis, 25 November 2021 18:05 Reporter : Merdeka
Pengurus Kopaja Dipolisikan Diduga Gelapkan Uang Kontrak Kerja dengan PT TransJakarta Bus Transjakarta. ©2017 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Salah satu anggota Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja), Widodo membongkar penggelapan uang diduga dilakukan pengurus Kopaja. Kasus ini sedang diusut penyidik Polda Metro Jaya.

Widodo mengaku mengendus ketidakwajaran pencarian dana PT TransJakarta ke Kopaja terkait peremajaan bus yang bergulir sejak 2015 silam. Ini hubungannya dengan kerjasama penggunaan 320 unit mobil.

Widodo menyebut, PT TransJakarta mengucurkan dana Rp14,6 miliar pada Juni. Menurut dia, masalah itu muncul pada penerimaan dana registrasi dari TransJakarta ke Kopaja. Widodo menyebut terdapat selisih Rp5,6 miliar.

"Kita rasa tidak clear penggunaannya," kata Widodo saat dihubungi, Kamis (25/11).

Widodo menduga selisih kucuran dana dari PT TransJakarta Rp5,6 Miliar itu digunakan pengurus Kopaja untuk kepentingan pribadi. Dalam hal ini, Widodo mengatakan anggota menuntut pertanggungjawaban.

"Tanpa sepengetahuan pemilik itu digunakan untuk yang lain gitu loh. Pemilik itu meminta pertanggungjawaban terkait dengan masalah dana yang dikeluarkan senilai Rp5,6 miliar," terang dia.

Karena itu, Widodo merasa perlu melibatkan polisi untuk menelusuri uang Rp5,6 miliar yang diduga digelapkan pengurus Kopaja tersebut.

Widodo mengatakan, salah satu anggota Kopaja bernama Santun Marpaung kemudian melaporkan hal itu ke Polda Metro Jaya pada 18 Oktober 2021. Pelapor mewakili seluruh pemilik kendaraan yang jumlahnya 73 orang.

Terlapor adalah Ketua Umum, Sekretaris dan Bendahara. Laporan terdaftar dengan nomor LP/B/5152/X/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, Tanggal: 18 Oktober 2021.

"Kami laporkan sebagai pengurusnya dan nama-nama itulah yang kebetulan jabat organisasi itu," terang dia.

2 dari 2 halaman

Periksa 10 Saksi

Terpisah, Kepala Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Petrus Parningotan Silalahi membenarkan adanya laporan itu. Pelaporan dilakukan pada tanggal 18 Oktober 2021.

"Ya benar ada laporan dugaan penipuan penggelapan dengan korban yang merupakan anggota Kopaja," kata dia.

Petrus menerangkan, polisi telah memeriksa 10 saksi untuk mengungkap dugaan penggelapan ini. Pelapor juga telah diinterogasi.

"Iya masih lidik. Sudah kurang lebih sekitar 10 orang yang diriksa termasuk pelapor," terang dia.

Petrus mengatakan, ke depan penyidik akan menggali keterangan dari terlapor. "Selanjutnya telah direncanakan akan melakukan pemeriksaan terhadap terlapor," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi [gil]

Baca juga:
Teken MoU, Transjakarta dan Mitra Beralih ke Bus Listrik
Anies Tunjuk Mochamad Yana Aditya sebagai Dirut Transjakarta
Jakarta PPKM Level 1, TransJakarta akan Beroperasi Sampai Pukul 00.00 WIB
Menjajal Bus Listrik Transjakarta saat PPKM Level 1
Jakarta PPKM Level 1, Jam Operasional Transjakarta Diperpanjang
Polisi: Transjakarta Tak Jalankan SOP Pemeriksaan Kesehatan Sopir

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Transjakarta
  3. Kasus Penggelapan
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini