Pengiriman Makanan dan Logistik Korban Banjir Paniai Sempat Terkendala Cuaca

Minggu, 24 Januari 2021 19:34 Reporter : Nur Habibie
Pengiriman Makanan dan Logistik Korban Banjir Paniai Sempat Terkendala Cuaca Pengiriman Makanan dan Logistik Korban Banjir di Paniai. ©Istimewa

Merdeka.com - Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan senilai Rp300 juta kepada korban banjir bandang di Kabupaten Paniai, Papua. Banjir bandang ini terjadi pada Selasa (19/1).

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam M Safii Nasution mengatakan, bantuan terdiri dari makanan siap saji, tenda, paket sembako, makanan anak, matras, selimut dan dua unit generator kapasitas 2800 watt yang juga dibutuhkan pengungsi.

Dia menuturkan, Menteri Sosial Tri Rismaharini langsung memerintahkan tim untuk mengirimkan bantuan bencana alam ke lokasi.

pengiriman makanan dan logistik korban banjir di paniai

"Namun, kita mengalami kendala untuk sampai kesana karena cuaca buruk sehingga menginap dulu di Timika. Bantuan ini merupakan bentuk negara hadir untuk membantu masyarakat," kata Safii melalui siaran persnya, Minggu (24/1).

Safii menyebut, Kemensos juga mengirimkan bantuan berupa cadangan beras pemerintah sebesar 2,5 ton dari gudang di Nabire. "Bantuan beras ini akan sampai besok disini dan langsung didistribusikan," sebutnya.

Selain mengirimkan bantuan, Kemensos juga menerjunkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Tim Layanan Dukungan Psikososial dari Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Kemensos di Jayapura Papua serta SDM PKH.

Kemensos akan bekerjasama dengan TNI-Polri serta pemerintah daerah untuk memberikan konseling kepada warga terdampak banjir bandang agar segera pulih kondisi sosial psikologisnya.

Sementara itu, Kepala Suku Paniai Alfon Sadi mengaku senang dengan bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat. "Kami sudah empat hari di sini (pengungsian). Bantuan ini bentuk perhatian Presiden Jokowi kepada kami," kata Alfon.

pengiriman makanan dan logistik korban banjir di paniai

Alfon berharap pemerintah pusat dan pemda juga membantu pembangunan kembali rumah mereka yang rusak akibat banjir dan menormalisasi sungai agar bencana banjir tak terjadi lagi.

"Kami sumbangkan sebagian tanah warga untuk normalisasi sungai. Tapi mohon bantu kami bangun rumah kembali," ujarnya.

Sementara itu, PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Paniai Anwar H Damanik menjelaskan, pemda segera melakukan normalisasi sungai selebar lima meter dengan panjang tiga kilometer hingga ke muara sungai di danau Paniai.

"Pak Bupati sedang berada di Jakarta untuk bertemu dengan Kementerian PUPR guna membantu normalisasi sungai dan membangun kembali rumah warga yang rusak," jelas Anwar.

pengiriman makanan dan logistik korban banjir di paniai

Pemda juga telah menyiapkan dana stimulan pembangunan rumah layak huni bagi warga terdampak banjir. "Kita sudah siapkan juga di APBD untuk pembangunan itu," tambahnya.

Diketahui, bencana banjir bandang yang terjadi di Kampung Uwibutu-Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Jayapura, Papua dipicu kondisi tanah yang labil.

BPBD Kabupaten Paniai melaporkan tiga unit rumah ikut hanyut atas kejadian itu. Selain itu, delapan rumah warga dan satu fasilitas pendidikan Sekolah Dasar (SD) mengalami rusak berat serta 71 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terdampak banjir bandang. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini