Penghuni Lapas Tangerang 2.072, Kelebihan Kapasitas 250 Persen

Rabu, 8 September 2021 14:08 Reporter : Merdeka
Penghuni Lapas Tangerang 2.072, Kelebihan Kapasitas 250 Persen Lapas Tangerang Terbakar. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang, Kota Tangerang, dilalap si jago merah pada Rabu (8/9) dini hari. Kebakaran itu merenggut 41 nyawa warga binaan.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Banten, Agus Toyib mengatakan, saat kebakaran, semua pintu kamar tahanan sedang terkunci. Hal ini mengakibatkan ada tahanan yang tidak sempat dikeluarkan.

"Terbakar karena memang kamar semua dikunci, jadi ada yang tidak sempat dikeluarkan dari kamar," ujar Agus.

Agus Toyib mengungkapkan, banyaknya korban juga disebabkan minimnya petugas yang berjaga saat kejadian membuat pihaknya kesulitan untuk menyelamatkan para warga binaan. Apalagi, api saat itu dengan cepat membesar.

"Ini sebenarnya normal-normal saja, cuma pas saat tadi malam itu tiba-tiba ada korsleting listrik itu kemudian terbakar. Akhirnya kemudian kan penjaga kita hanya 12 orang, nah sehingga melakukan langkah penyelamatan itu tidak mungkin apinya ini sudah membesar," kata Agus.

Narapidana Melebihi Kapasitas Lapas

Berdasarkan data lengkap yang dirilis, peristiwa kebakaran terjadi di Blok hunian Chandiri 2 atau Blok C2) pada Rabu, 8 September 2021 pukul 01.50 WIB. Petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 03.30 WIB.

Penyebab kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek listrik alias korsleting. Sementara Kepastian penyebab kebakaran sendiri masih dalam penyelidikan petugas terkait.

Adapun jumlah penghuni Blok C2 ada sebanyak 122 warga binaan yang berada di 19 kamar hunian berkapasitas 38 orang, dengan rincian tahanan kasus narkotika 119 orang, tahanan kasus terorisme 2 orang, tahanan kasus pembunuhan 1 orang, dan tahanan Warga Negara Asing (WNA) 2 orang.

Dari jumlah tersebut, korban yang terdampak peristiwa antara lain, 41 tahanan meninggal dunia dengan rincian 40 orang ditemukan di lokasi dan telah dievakuasi oleh petugas Pemadam Kebakaran, Tim SAR, dan Petugas Lapas Tangerang. Kemudian 1 orang meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Kemudian, 40 orang yang meninggal dunia merupakan tahanan kasus narkotika dan 1 orang meninggal dunia dari kasus terorisme. Sementara itu, dalam penanganannya petugas merujuk 8 orang ke RSUD Kota Tangerang, 9 orang yang mengalami luka ringan dirawat di klinik Lapas Tangerang, 64 orang ditempatkan sementara di Mesjid Lapas Klas 1 Tangerang.

"Penghuni Lapas Kelas 1 Tangerang saat ini ada sebanyak 2072 orang dari kapasitas seharusnya untuk 600 orang. Kelebihan hunian dari kapasitas sebesar 250 persen," kata Kabag Humas dan Protokol Kemenkum HAM Rika Aprianti.

Total petugas keseluruhan 182 orang dengan kekuatan petugas pengamanan 13 orang per regu. Terdapat 7 Blok Hunian yakni Blok A sampai dengan G dan satu Menara di Lapas Klas I Tangerang.

Tunggu Penyelidikan Tim Puslabfor Polri

Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Hamonangan Laoly mengaku telah bertemu dengan keluarga korban dan menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah tersebut.

"Perlu saya sampaikan pertama kondisi lapas dibangun tahun 1979 atau sudah 42 tahun, sejak itu tidak memperbaiki instalasi listrik ada. Ada penambahan daya, Dugaan sementara seperti disampaikan Kapolda persoalan listrik arus pendek," kata Yasonna di Lapas Klas I Tangerang, Rabu (8/9).

Meski begitu, dia meminta masyarakat untuk tetap menunggu hasil penyelidikan yang saat ini tengah dilaksanakan oleh Tim Puslabfor Mabes Polri dan Dirkrimun Polda Metro Jaya. "Kasat mata dugaan arus pendek," jelas dia.

Yasonna mengakui, kondisi Lapas Klas I Tangerang, yang dihuni oleh 2.072 WBP sudah sangat over kapasitas. Penghuni lapas kata Yasona, diisi oleh mayoritas narapidana narkotika.

"Lapas Tangerang 400 persen over capacity, dihuni 2.072 orang. Terbakar ini beberapa kamar- kamar yang terkuci. Jam 01.45, petugas pemantau melihat kondisi itu terjadi api, kemudian menelepon kepala keamanan (Lapas), menelepon Damkar, 13 menit kemudian 12 Damkar datang," terang dia.

Selanjutnya, setelah satu jam lebih api di Blok C2 Lapas Tangerang berhasil dipadamkan.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Pemkot Tangerang, khusunya tim Pemadam Kebakaran sangat cepat dan responsif, tidak sampai 1,5 jam api dipadamkan," kata Yasonna.

Yasonna beralasan, banyaknya korban meninggal dan luka-luka pada peristiwa itu, disebabkan karena api yang cepat membesar dan kamar-kamar sel Blok C2 yang terkunci.

"Oleh karena api yang cepat membesar dan beberapa kamar tidak sempat dibuka, karena api sudah besar. Karena dikunci, itu protap Lapas, harus dikunci. Kalau tidak, melanggar protap," terangnya.

“Di situ korban ditemukan 40 meninggal dunia dan satu meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit. 81 Selamat dibuka pintu masuk blok, dibuka kamar-kamar,” terangnya.

Yasonna mengakui, ketersediaan Apar (alat pemadam kebakaran) di Lapas Tangerang, tidak mencukupi dan mampu memadamkan api yang cepat membesar.

"Pertama kita coba padamkan dengan Apar yang ada, tapi tidak cukup dengan yang ada," jelasnya.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini