Penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya Masih Tolak Kedatangan Tamu

Rabu, 4 September 2019 04:07 Reporter : Erwin Yohanes
Penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya Masih Tolak Kedatangan Tamu Suasana di depan asrama mahasiswa Papua di Surabaya. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejak dilanda insiden Agustus lalu, suasana asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan no 10 Surabaya, terlihat tidak berbeda dari sebelum-sebelumnya. Asrama tersebut masih tertutup dan menolak kehadiran setiap orang di luar penghuni asrama.

Bahkan tulisan penolakan terhadap siapa pun yang datang, tetap terpampang di pintu masuk pagar asrama, sama seperti sejak awal. Di sepanjang pagar asrama, juga terlihat ditutupi bekas spanduk atau backdrop putih.

Bahkan, tulisan referendum is solution, dan lepas garuda, masih menghiasi pagar asrama tersebut.

Sehingga setiap orang yang lalu lalang di Jalan Kalasan, tidak akan bisa melihat aktivitas yang ada di dalam balik pagar asrama.

Merdeka.com pun mencoba mendekati asrama tersebut. Namun seperti sebelum-sebelumnya, kehadiran ini tidak dikehendaki oleh penghuni asrama. "Maaf kami tidak menerima tamu," ujar salah satu penghuni asrama dari balik pagar.

Meski demikian, di balik pagar tepatnya di halaman asrama, tampak beberapa penghuni yang terlihat tengah bersantai. Mereka hanya terlihat bercengkrama santai antara satu dengan lainnya. Tidak terlihat aktivitas yang berarti.

Namun tatapan tajam masih terlihat saat ada orang yang dianggap mencurigakan. Mereka terlihat bisa mengintip dari balik pagar yang tertutup spanduk putih.

Koordinator Badan Pekerja Kontras Surabaya, Fatkhul Khoir, yang biasa mendampingi para penghuni asrama tersebut pun mengakui, hingga kini pihaknya juga masih kesulitan untuk berkomunikasi dengan mereka.

Sejak insiden pada Agustus lalu, para penghuni asrama terkesan menutup diri dari pihak mana pun, termasuk darinya. Hingga kini, ia mengaku masih berupaya untuk menjalin komunikasi dengan para penghuni asrama tersebut.

"Sampai hari ini saya masih coba komunikasi. Mereka belum mau kasih statemen apapun," ujarnya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (3/9).

Disinggung soal hasil penyidikan polisi yang telah melakukan penahanan terhadap dua tersangka kasus insiden asrama mahasiswa Papua, ia menyatakan akan mengkomunikasikannya ke penghuni asrama Papua.

Ia pun menjanjikan, jika nantinya sudah dapat berkomunikasi akan berupaya menyambungkannya dengan merdeka.com. "Coba nanti saya komunikasikan," tegasnya.

Penolakan para penghuni Asrama Mahasiswa Papua ini juga pernah dirasakan oleh beberapa pejabat negara. Diantaranya, rombongan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, Gubernur Papua Lukas Enembe yang saat itu didampingi oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim, serta Pangdam V Brawijaya.

Mereka semua tidak dapat memasuki asrama, meski berstatus sebagai pejabat. Para penghuni asrama bersikukuh tak mau membukakan pintu pagar. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Papua
  2. Papua Barat
  3. Surabaya
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini