Penghasilan Kurang, Tukang Kelapa Muda di Tasikmalaya Jualan Narkoba

Selasa, 21 September 2021 11:14 Reporter : Mochammad Iqbal
Penghasilan Kurang, Tukang Kelapa Muda di Tasikmalaya Jualan Narkoba Es kelapa muda. ©2020 Merdeka.com/dream.co.id

Merdeka.com - SA, seorang penjual kelapa muda di Tasikmalaya ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Tasikmalaya karena kedapatan menjual narkoba. Selain SA, polisi menangkap empat orang pengedar narkoba di Kabupaten Tasikmalaya.

"Dari lima orang yang kita amankan, kita mengamankan barang bukti ribuan hexymer, tembakau sintetis atau gorila hingga obat keras lainnya. Ada yang menarik, ada pelaku yang juga menjual kelapa sekaligus mengedarkan narkoba," kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono, Selasa (21/9).

Ia mengungkapkan bahwa pelaku yang berhasil diamankan pihaknya diketahui berinisial ER, SA, JH, IP, dan DR. para pelaku, menurut Kapolres diketahui memesan narkoba tersebut secara daring dan dikirim menggunakan jasa pengiriman.

"Tujuannya untuk mengelabui polisi. Setelah barang diterima, narkoba itu dijual kepada masyarakat. (Pelaku) ada yang remaja, ada juga yang sudah berkeluarga," ungkapnya.

Polisi terus melakukan pendalaman setelah lima orang tersebut diamankan. Karena proses pemesanan dilakukan secara daring dan dikirim oleh jasa pengiriman, pihaknya akan bekerja sama dengan jasa pengiriman yang ada di Tasikmalaya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Tasikmalaya AKP Dedih Dipraja menyebut bahwa lima orang pelaku diketahui melakukan modus serupa dalam melakukan bisnis haramnya. Mereka diketahui melakukan pemesanan secara daring menggunakan nomor handphone yang diregistrasi atas nama orang lain.

"Pelaku ada yang sampai membeli nomor dari Kupang, Nusa Tenggara Timur yang sudah diregistrasikan atas nama orang lain, bukan orang Tasik. Tujuannya untuk menghindari polisi," sebutnya.

Atas perbuatan para pelaku, menurut Dedih, lima orang pelaku dijerat pasal 196 juncto 198 Undang-undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan pasal 114 ayat 1 juncto pasal 112 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Yang melanggar Undang-undang tentang Kesehatan diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun. Yang melanggar Undang-undang tentang Narkotika dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 empat tahun dan paling lama 12 tahun," sebut Dedih.

SA penjual narkoba yang juga diketahui sebagai penjual kelapa muda, mengaku bahwa menjual kelapa muda lebih besar untungnya dibanding menjual narkoba. Setiap harinya, dari penjualan kelapa muda ia bisa mendapat keuntungan Rp100 ribu.

"Kalau jualan narkoba sehari paling Rp50 ribu. Jadi ya buat nambah-nambah penghasilan aja," singkatnya. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Narkoba
  3. Tasikmalaya
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini