Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penggunaan Teknologi Body Camera Diharapkan Tak Hanya Dilakukan Polisi Lalu Lintas

Penggunaan Teknologi Body Camera Diharapkan Tak Hanya Dilakukan Polisi Lalu Lintas Lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Timur. ©2019 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Komisi III mengapresiasi langkah Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyediakan teknologi body camera untuk mendukung personel bertugas. Komisi III pun berharap penggunaan teknologi bodycam tak hanya dapat diterapkan pada Direktorat Lalu Lintas.

"Inovasi bodycam lengkap dengan fitur panic button dan GPS yang akan diterapkan pada seragam anggota Patroli Jalan Raya (PJR) sangat bagus. Dengan teknologi ini banyak manfaat diperoleh seperti pemantauan arus lalu lintas, bantuan pengejaran pelaku kejahatan yang melintas di jalan raya hingga pemantauan keberadaan para anggota PJR," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/12).

Sahroni pun berharap penggunaan bodycam juga diberlakukan pada satuan tugas lain seperti Shabara, Reskrim dan Narkoba. Dia meyakini apabila satuan kerja lain menggunakan teknologi ini dapat membuat Polri semakin profesional, moderen dan terpercaya (Promoter).

Orang lain juga bertanya?

"Kami mendorong teknologi ini juga diterapkan di satuan kerja lain. Sabhara yang bertugas menjaga aksi demonstrasi, Reserse, termasuk narkoba misalnya," ujar Bendahara Umum Partai NasDem ini.

Sahroni mengemukakan, penggunaan bodycam, panic button dan GPS akan membuat masyarakat semakin percaya sehingga stigma negatif terhadap Polri akan terkikis. Dalam penanganan aksi demo dicontohkan Sahroni, masih banyak masyarakat yang menganggap penjagaan dilakukan Polri masih terkesan represif dan melanggar HAM.

"Dengan adanya bodycam, akan terlihat bagaimana kondisi pengamanan dilakukan sebenarnya. Apakah memang ada oknum yang melakukan tindakan kesewenang-wenangan atau tindakan dilakukan Polri bersifat pertahanan karena terus menjadi sasaran massa. Gambar tersimpan dapat membantu pimpinan menentukan sikap saat terjadi peristiwa kekerasan yang dituduhkan kepada Polri saat menjaga demonstran," ujar Sahroni.

Dalam kesempatan yang sama Sahroni menuturkan masyarakat juga masih mencurigai adanya aksi main mata atau kerap disebut dengan sandi 86 saat penanganan perkara ataupun pelanggaran lalu lintas. Tudingan terhadap manipulasi barang bukti hingga kekerasan anggota saat penangkapan maupun upaya suap menyuap dapat diminimalisir dengan penggunaan teknologi tersebut.

"Anggota yang ingin melakukan manipulasi ataupun bermain mata dengan pelanggar hukum akan berpikir ulang karena adanya bodycam. Pimpinan bahkan dapat memantau langsung melalui live streaming saat anggota melakukan upaya penangkapan ataupun penggerebekan pelaku kejahatan," tandasnya.

100 Body Camera Siap Digunakan

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sebelumnya memastikan kesiapan 100 unit bodycam di tahun 2020 untuk dipasangkan pada seragam anggota Patroli Jalan Raya (PJR) pada 2020. Kasatgas E-TLE Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Arif Fazrulrahman mengungkapkan di penghujung tahun 2019 ini baru ada 16 kamera yang akan digunakan oleh anggota PJR.

"Rencananya hari Jumat kita latihkan, ada 16 kamera yang akan kita bagikan kepada 7 induk petugas PJR sementara. Awal tahun 100 kamera," kata Arif di Polda Metro Jaya, Rabu (11/12) kemarin.

Arif membeberkan, fungsi Bodycam di antaranya mampu merekam hingga 20 jam dan bisa melakukan live streaming dengan petugas yang ada di kantor TMC Polda Metro Jaya. Dilengkapi memori 32 GB, bodycam memiliki kapasitas baterai 8 jam nonstop.

Teknologi ini tukasnya juga memungkinkan komunikasi antara sesama petugas di lapangan yang menggunakan bodycam dan petugas yang berada di kantor. Kamera ini juga dilengkapi tombol panic button dan GPS.

Teknologi Body Camera Guna Memantau Kinerja Anggota Polri

Anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan dilengkapi sebuah kamera berteknologi tinggi yang biasa disebut 'body camera' saat bertugas di lapangan diwacanakan sejak Oktober lalu. Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir mengatakan, fungsi dari body camera ini sendiri untuk mengawasi anggota kepolisian saat bertugas di lapangan.

"(Tujuannya) untuk melihat kegiatan dan tindakan anggota di lapangan dalam pengawasan," kata Nasir saat dikonfirmasi, Senin (14/10).

Selain itu, body camera ini dapat merekam video dan suara secara streaming selama delapan jam tanpa berhenti. Alat ini nantinya dikendalikan secara langsung di ruang kontrol Ditlantas Polda Metro Jaya.

Lalu, body camera ini juga dapat menindak para pelanggar lalu lintas dengan menggunakan alat berbasis teknologi tersebut.

"Body camera juga untuk menindak pelanggar lantas secara elektronik. Alat itu dapat diarahkan ke sasaran dari back office (ruang kontrol Ditlantas Polda Metro Jaya)," ujarnya.

Bukan hanya itu, kamera portabel tersebut juga bisa digunakan untuk meminta tambahan personel untuk mengatur arus lalu lintas. "Body camera juga dapat untuk meminta bantuan personel dalam tugas yang memerlukan penambahan personel," tandasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Polri Bersiap Tugas di IKN, Gunakan Teknologi Sesuai Konsep Wilayah
Polri Bersiap Tugas di IKN, Gunakan Teknologi Sesuai Konsep Wilayah

Kehadiran polisi yang bertugas dengan menyesuaikan perkembangan teknologi diyakini dapat memaksimalkan pelayanan masyarakat.

Baca Selengkapnya
Tak Disangka Polisi, Pria Berambut Gondrong Berkumis Tebal Beruban ini Ternyata Seniornya Reserse
Tak Disangka Polisi, Pria Berambut Gondrong Berkumis Tebal Beruban ini Ternyata Seniornya Reserse

Rambut gondrong dan kumis tebal. Sekilas, mungkin tak ada yang percaya profesi dari pria ini adalah polisi.

Baca Selengkapnya
Beda Dari yang Lain, Dua Anggota Polisi Ini Lakukan Kegiatan Tak Biasa saat Bertugas
Beda Dari yang Lain, Dua Anggota Polisi Ini Lakukan Kegiatan Tak Biasa saat Bertugas

Momen lucu dua polisi mewarnai gambar di tengah tugasnya.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Dirlantas Polda Sulteng Ogah Diwawancara Wartawan SCTV Pakai Handphone, Begini Respons Kompolnas
Dirlantas Polda Sulteng Ogah Diwawancara Wartawan SCTV Pakai Handphone, Begini Respons Kompolnas

Kompolnas akan melakukan klarifikasi ke Polda Sulawesi Tengah terkait hal ini

Baca Selengkapnya
Kronologi Penggerebekan Kampung Bahari, Alat Isap Sabu hingga Drone Pengintai Disita
Kronologi Penggerebekan Kampung Bahari, Alat Isap Sabu hingga Drone Pengintai Disita

31 Warga termasuk 5 orang perempuan ditangkap polisi

Baca Selengkapnya
Polisi Selidiki Rekaman CCTV Mahasiswa STIP yang Gendong Korban Usai Dianiaya Senior
Polisi Selidiki Rekaman CCTV Mahasiswa STIP yang Gendong Korban Usai Dianiaya Senior

Adapun dalam rekaman CCTV berdurasi 21 detik itu, nampak Putu yang digendong beberapa pria berpakaian seragam taruna.

Baca Selengkapnya
⁠⁠Nyaris Tak Dikenali, Polisi Pria Nyamar jadi Emak-Emak Berdaster dan Berkerudung Bergo Bikin Penjahat 'Keok'
⁠⁠Nyaris Tak Dikenali, Polisi Pria Nyamar jadi Emak-Emak Berdaster dan Berkerudung Bergo Bikin Penjahat 'Keok'

Sebuah video memperlihatkan seorang polisi yang nyamar jadi emak-emak berdaster untuk menangkap penjahat.

Baca Selengkapnya
Kronologi Wanita Hamil Ditemukan Tewas di Ruko Kelapa Gading, Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan
Kronologi Wanita Hamil Ditemukan Tewas di Ruko Kelapa Gading, Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan

Identitas pelaku didapat setelah petugas mengecek tangkapan layar dari CCTV di sekitar TKP penemuan jasad RN.

Baca Selengkapnya
Mahasiswa Kedokteran Bawa Kabur Mobil Teman, Alasannya Enggak Masuk Akal
Mahasiswa Kedokteran Bawa Kabur Mobil Teman, Alasannya Enggak Masuk Akal

Polisi yang melakukan penyelidikan langsung dengan memeriksa CCTV di lokasi kejadian.

Baca Selengkapnya