Penggalian Situs Bersejarah di Tol Malang - Pandaan Dihentikan

Kamis, 21 Maret 2019 17:42 Reporter : Darmadi Sasongko
Penggalian Situs Bersejarah di Tol Malang - Pandaan Dihentikan Ekskavasi Temuan Situs di Tol Malang - Pandaan Dihentikan. ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Penggalian tempat bersejarah di jalur pembangunan tol Malang-Pandaan dihentikan setelah bekerja selama 10 hari. Ekskavasi awal untuk kepentingan identifikasi dianggap cukup dan hasilnya akan disampaikan kepada pihak terkait.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto yang melakukan ekskavasi, akan menyerahkan proses lanjutan kepada Balai Arkeologi Yogyakarta. Tim Arkeolog BPCB akan menetapkan batasan area situs terkait proses pembangunan tol.

"Kita sudah koordinasi dengan Balai Penelitian Arkeologi Yogyakarta, kemarin sudah ke sini. Nanti penelitian lanjutan akan dilanjutkan," tegas Arkeolog BPCB sekaligus Ketua Tim Ekskavasi Situs Sekaran di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, Wicaksono Dwi Nugroho, Kamis (21/3).

Kata Wicaksono, BPCB memiliki wilayah area Jawa Timur dengan tugas pokok dan fungsi berkaitan dengan pelestarian. Sementara untuk ranah penelitian lebih mendalam tentang kesejarahan dan budaya dilakukan oleh Balai Arkeolog Yogyakarta yang memiliki wilayah kerja Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

"Situs Sekarang ini juga menjadi tanggung jawab dari Balai Arkeologi Yogyakarta, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan masyarakat tentang periodesasi, bentuk luasan utuh. Penelitiannya tidak selesai dalam sebulan atau dua sebulan tapi membutuhkan proses agak lama," jelasnya.

Tim arkeolog BPCB telah melakukan penggalian situs seluas sekitar 25 meter X 25 meter. Koordinasi sementara, pihak PT Jasamarga akan memberikan atap pelindung di atas situs utama yang ditemukan.

Sementara penanganan pelestariannya nantinya diserahkan kepada pihak Desa Sekarpuro, di bawah pengawasan Dinas Kebudayaan Kabupaten Malang, dan Dinas Pendidikan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur. Pemanfaatannya akan disepakati pihak-pihak tersebut.

"Kita sudah membuat delinesiasi atau batasan situs yang nanti akan dikoordinasikan antara BPCT dan Pihak Tol Pandaan-Malang dibawa ke pembahasan lebih tinggi di Jakarta," tegasnya.

Tim Arkeolog hanya bersifat menyajikan data tentang situs dan batasan luasan situs. Hasil kajian awal memang ternyata bertumpangan dengan rencana pembangunan tol Pandaan - Malang seksi V.

"Tentang kebijakannya diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan PUPR yang akan memutuskan solusi terbaiknya. Sehingga tol bisa berjalan dan situs pun tetap lestari," tambahnya.

BPCB selanjutnya akan melakukan presentasi terkait temuan hasil ekskavasi. Temuan tersebut akan menjadi bahan rekomendasi kepada pihak terkait, di antaranya PT Jasa Marga untuk kelanjutan proyek tol.

Agus Purnomo, Dirut PT Jasa Marga Malang-Pandaan saat dihubungi mengatakan, skenario tol Seksi V masih menunggu hasil dari BPCB Trowulan. Rekayasa tol akan segera ditindaklanjuti kalau sudah muncul rekomendasi tersebut.

"Kami masih menunggu hasil kajian dari BPCB. Rencana kajian itu kapan diberikan juga masih belum tahu," tegasnya. [did]

Topik berita Terkait:
  1. Situs Sejarah
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini