Pengelolaan Limbah Infeksius dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Covid-19

Senin, 19 Oktober 2020 09:00 Reporter : Rizlia Khairun Nisa
Pengelolaan Limbah Infeksius dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Covid-19 pengelolaan limbah medis. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Seiring semakin meningkatnya kasus positif Covid-19 di Indonesia, muncul berbagai persoalan. Salah satunya limbah medis dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan yang otomatis bertambah. Limbah infeksius seperti alat pelindung diri, alat dan sampel laboratorium yang digunakan dalam penanganan Covid-19 dan sisa makanan dari rumah sakit rujukan harus dikelola dengan baik.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus melakukan sosialisasi pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun dari fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, klinik, dan rumah sakit. Untuk mengoptimalkan pengendalian, pengurangan dan pemutusan penularan Covid -19, KLHK mengeluarkan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 2 tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Covid-19 tanggal 24 maret 2020.

Limbah medis ada berbagai jenis, seperti limbah infeksius, patologis, benda tajam, bahan kimia kadaluarsa, tumpahan atau sisa kemasan, radioaktif, sitotoksik, farmasi, limbah peralatan medis yang memiliki kandungan logam berat tinggi, dan limbah tabung gas/kontainer bertekanan.

Dalam pengelolaan limbah medis, untuk mengurangi dan menghilangkan sifat bahaya dan beracun, ada enam langkah yang dapat dilakukan. Pertama, pengurangan dan pemilahan. Hindari material yang mengandung B3 untuk mengurangi penumpukan bahan kadaluarsa dan perawaran sesuai jadwal. Pisahkan dan wadahi limbah medis berdasarkan jenis, kelompok dan karakternya.

Kedua, penyimpanan. Simpan limbah medis sesuai dengan ketentuan pewarnaan, simbol dan label. Simpan limbah medis sesuai waktu yang ditentukan. Buat catatan dan laporan penyimpanan limbah medis.

Ketiga, Pengangkutan. Angkut limbah medis dengan kendaraan bermotor sesuai dengan aturan yang berlaku. Keempat, Pengolahan. Lakukan pengolahan limbah medis dengan teknologi termal atau panas seperti, insinerator, autoclave, microwave atau iradasi frekuensi radio. Lakukan pengolahan dengan teknologi nontermal seperti, enkapsulasi, inertisasi, desinfeksi kimiawi atau teknologi biologis.

Kelima, penguburan. Penguburan dapat dilakukan apabila tidak tersedia pengolah limbah medis. Kubur limbah medis hanya untuk jenis limbah sesuai ketentuan yang berlaku. Keenam, penimbunan. Timbun limbah berupa abu insinerator pada fasilitas penimbunan saniter/terkendali/akhir limbah medis berizin. Lakukan proses penimbunan sesuai dengan ketentuan berlaku.

[hhw]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Limbah
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini