Pengelola Wisata Bali Nilai Karantina 8 Hari Bagi Wisman Memberatkan, Cukup 3 Hari

Rabu, 6 Oktober 2021 12:30 Reporter : Moh. Kadafi
Pengelola Wisata Bali Nilai Karantina 8 Hari Bagi Wisman Memberatkan, Cukup 3 Hari Pantai Dreamland Bali. ©2018 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Pembukaan penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali pada 14 Oktober 2021, disambut gembira oleh pengelola obyek wisata di Pulau Dewata. Namun mereka meminta pemerintah untuk mengkaji ulang tentang kewajiban karantina 8 hari bagi pelaku perjalanan luar negeri.

Kebijakan itu, dinilai akan menambah beban para wisatawan mancanegara. Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista menyampaikan, bahwa untuk prediksi kunjungan wisatawan asing ke Pantai Kuta, di Kabupaten Badung, Bali, tidak akan banyak berubah karena adanya aturan itu.

"Saya, rasa untuk tahap awal saya belum jamin itu bisa membeludak. Karena, aturannya sangat menyulitkan bagi wisatawan. Walaupun, internasional sudah bisa dibuka tapi dia wajib untuk isolasi atau karantina 8 hari," kata Wasista saat dihubungi, Rabu (6/10).

"Jangan-jangan, nanti dianggap ini wisata karantina. Iya, kan mungkin itu anggapan mereka. Apalagi, biaya mereka sendiri, kan sangat memberatkan mereka," imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya menyadari aturan itu diterapkan oleh pemerintah karena jangan sampai wisman terlalu bebas masuk ke Bali. Namun, ke depannya aturan itu bisa bertahap seperti PPKM ada penurunan.

"Pemerintah wajib melakukan hal itu jangan sampai terlalu bebas. Pemerintah juga berpikir kalau terlalu bebas. Iya, seperti PPKM nanti bertahap ada penurunan-penurunan mungkin sekarang 8 hari, seandainya memang beberapa ada yang berkeinginan keras ke Bali paling bisa dihitung jumlahnya," ujarnya.

"Kalau nanti beberapa Minggu atau beberapa bulan sudah dievaluasi. Mungkin bisa dikurangi. Mungkin 5 hari setelah itu mungkin sehari-lah. Sekarang datang dia diisolasi dengan PCR kalau lolos bisa mereka. Kalau sehari, saya yakin pasti membludak," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kadek Niti selaku Kepala Divisi Promosi dan Pengembangan Obyek Wisata Tanah Lot, di Kabupaten Tabanan, Bali, Dia mendukung rencana pembukaan penerbangan internasional.

Namun, untuk aturan karantina atau isolasi bagi wisatawan asing ke Bali, agar dikaji ulang dan bisa dimaksimalkan hanya tiga hari.

"Kalau dari kita, mendukung kebijakan pemerintah tersebut, dengan dibukanya penerbangan internasional. Walapun, untuk Bali baru enam negara yang dibuka penerbangan langsung. Kami, tentunya berharap hal tersebut akan membawa dampak positif terhadap kunjungan wisman khususnya ke DTW Tanah Lot," ujarnya.

"Namun, menurut kami mungkin bisa dikaji lagi soal masa karantina wisman setelah sampai Bali yaitu 8 hari. Sepertinya, itu terlalu lama. Jika mungkin bisa diminimalkan, mungkin cuma sampai tiga hari saja. Karena selain itu, mereka kan sudah harus test PCR dulu," ujar Niti. [bal]

Baca juga:
Bali Buka Pintu bagi Turis Asing, 35 Hotel Siap Jadi Lokasi Karantina
Sandiaga Uno: Jalur Penerbangan Dibuka di Bali, Siapkan 35 Hotel Jadi Karantina
Erick Thohir Harap KEK Kesehatan di Sanur Bisa Bangkitkan Pariwisata Bali
Aturan Ganjil Genap di Lokasi Wisata Bali Dicabut
CEK FAKTA: Hoaks, Video Sebut Tempat Wisata Baru di Singkawang
Erick Thohir: Kementerian BUMN Dukung Kebangkitan Pariwisata Bali

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini