Pengelola Museum di Solo Diwajibkan Bisa Bahasa Asing, Minimal Inggris

Selasa, 27 November 2018 10:19 Reporter : Arie Sunaryo
Pengelola Museum di Solo Diwajibkan Bisa Bahasa Asing, Minimal Inggris Ilustrasi Museum. ©2018 Merdeka.com/Hari Aryanti

Merdeka.com - Pengelola museum di Kota Solo bakal dibekali dengan pengetahuan permuseuman dan kemampuan berbahasa asing. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tersebut mendesak dilakukan seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.

Pernyataan tersebut dikemukakan Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo, Selasa (27/11). Dia mengakui jika sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki saat ini masih minim berbahasa asing. Sebagian bahkan kurang memiliki pengetahuan tentang permuseuman, termasuk koleksi-koleksi yang ada di museum.

"SDM kita memang kurang mampu berbahasa asing, sebagian juga pengetahuannya tentang museum kurang," ujarnya.

Dia mencontohkan, di Museum Keris, seharusnya karyawan yang bertugas mempunyai pengetahuan tentang keris. Sehingga mereka bisa menjadi pemandu dan menjelaskan secara utuh tentang keris tersebut.

Menurut pria yang akrab disapa Rudy itu, tak hanya paham soal permuseuman, pengelola museum juga harus memiliki kemampuan berbahasa asing, minimal bahasa Inggris.

"Harus bisa berbahasa asing, minimal bahasa Inggris, sehingga mereka mampu menjelaskan kepada turis asing," katanya.

Rudy juga mengeluhkan minimnya sarana dan prasarana yang ada di museum, baik di Museum Radya Pustaka maupun Museum Keris Nusantara. Di antaranya peralatan sound sistem untuk menjelaskan terkait museum kepada pengunjung yang datang berkelompok. Tidak seperti saat ini yang hanya menggunakan TOA.

"Saya berharap museum yang kita kelola ini bisa menjadi destinasi wisata Kota Solo yang berfungsi sekaligus sebagai media pendidikan bagi anak-anak," jelasnya.

Selain itu, lanjut Rudy, generasi muda bisa mendapatkan pengetahuan tentang keris dan cara pembuatannya. Sedangkan di Museum Radya Pustaka, pengunjung bisa mengetahui bagaimana benda cagar budaya seperti arca, naskah kuno dan lainnya.

"Museum itu bukan hanya sekadar tempat memamerkan koleksi, tapi juga sebagai sarana edukasi sehingga dibuat dan didesain untuk menarik minat anak muda," katanya. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. Museum
  2. Solo
  3. Surakarta
  4. FX Hadi Rudyatmo
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini