Pengedar Narkoba Asal Madura Seperti Robin Hood, Suka Bagi-Bagi Uang ke Warga

Rabu, 31 Juli 2019 15:27 Reporter : Erwin Yohanes
Pengedar Narkoba Asal Madura Seperti Robin Hood, Suka Bagi-Bagi Uang ke Warga Polisi tangkap pengedar narkoba di Madura. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyebut pengedar narkoba asal Kecamatan Sokobanah, Sampang, Madura berlagak seperti Robin Hood. Hal ini membuat masyarakat di sekitar rumah pelaku bertindak 'melindungi', jika ada upaya penangkapan.

Kisah Robin Hood berasal dari sebuah cerita legenda rakyat Inggris di abad pertengahan. Intinya, Robin Hood adalah seorang pencuri baik hati yang selalu membagi-bagikan hasil jarahannya kepada masyarakat miskin.

Perilaku inilah yang coba ditiru pengedar narkoba di Sokobanah Madura. Dia diketahui kerap membagi-bagikan uang kepada penduduk sekitar rumahnya. Sifat royal ini pun dibalas oleh penduduk sekitar dengan perlindungan 'pagar betis' jika ada polisi yang berupaya menangkap.

Kebaikan sang pengedar narkoba tidak hanya itu. Ia juga disebut-sebut senang menyumbang uang dalam jumlah banyak untuk pembangunan berbagai fasilitas warga.

"Jadi pelaku narkoba di sana sudah kayak Robin Hood. Jadi dia di sana bagi-bagi uang pada warga," ujarnya, Rabu (31/7).

Kapolda menyebut, di kawasan para pengedar narkoba itu banyak terdapat rumah mewah. Ia bahkan menyatakan, jika rumah-rumah mewah di kawasan itu, setara dengan kawasan elite Pondok Indah di Jakarta.

Soal fasilitas, Kapolda mengatakan di perkampungan itu terdapat sebuah minimarket mewah. Padahal, kalau dibandingkan dengan minimarket merek yang sama, dianggap jauh berbeda.

"Di sana banyak rumah mewah seperti kayak di Pondok Indah. Selain itu juga ada minimarket yang menurut saya paling mewah se-Indonesia," katanya.

Dalam penangkapan pelaku, polisi lalu memakai strategi dengan meminjam helikopter TNI. Hal itu tidak diduga oleh para pelaku, sehingga penangkapan dapat berjalan lancar.

"Ya kita dibantu sama TNI AL waktu itu, menggunakan helikopter untuk menangkap salah satu pelaku di Sokobanah," ujar Ketua Tim Satgas Narkoba yang juga Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Sebelumnya, Satgas Narkoba Polda Jatim menyita 50 kg sabu dan 99 butir ekstasi dari jaringan mafia narkoba asal Madura. Dari kasus ini, petugas pun menangkap 5 orang tersangka.

Penangkapan terhadap para pelaku ini dilakukan selama kurun waktu 5 bulan terakhir. Mereka ditangkap tidak dalam waktu yang bersamaan. Setelah dilakukan pengembangan penyelidikan, para tersangka ini ternyata masih satu jaringan yang berasal dari Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Narkoba
  3. Surabaya
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini