Pengakuan pengunjung sebelum terjadi longsor mengerikan di Sedudo

Selasa, 21 Juli 2015 22:00 Reporter : Imam Mubarok
Pengakuan pengunjung sebelum terjadi longsor mengerikan di Sedudo Air Terjun Sedudo di Nganjuk. ©2015 merdeka.com/moch andriansyah

Merdeka.com - Kejadian longsornya air terjun Sedudo di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur menyisakan trauma bagi pengunjung. Saat kejadian, wartawan merdeka.com Mochammad Andriansyah bersama keluarganya juga sedang berlibur di air terjun Sedudo.

"Alhamdulillah beberapa saat meninggalkan Sedudo, saya dapat kabar ada material kayu dan batu yang jatuh dan mengenai pengunjung yang sedang mandi di bawah," kata Andriansyah, Selasa (21/7).

Andriansyah, sebelumnya juga sempat berpikir ketika dirinya mandi bersama keluarganya di air terjun Sedudo. "Saya sempat berpikir bagaimana kalau batu-batu yang ada di atas jatuh dan mengenai yang ada di bawah. Saat berpikir itu, kemudian saya mengajak keluarga segera keluar dari air terjun," kenangnya.

Ditambahkan Andrian, kemungkinan dirinya sudah mendapat peringatan jika akan terjadi sesuatu, dan hati kecilnya segera mengajak pergi meninggalkan lokasi.

"Saya tak bisa membayangkan bagaimana seandainya pas kejadian berada di lokasi. Sekali lagi Alhamdulillah, Allah masih memberikan yang terbaik buat saya dan keluarga," pungkasnya.

Ketiga korban meninggal dunia adalah Hendra Pramana Setiawan (17) warga Jalan Diponegoro 17 Tulungagung, Subhan Anang Mashuro (35) warga Jalan Jepara 15 Surabaya dan Sofyan Sahuri (25) warga Jalan Kapas Surabaya.

Sedangkan sembilan korban yang teridentifikasi yang mengalami luka berat patah tangan, dan luka ringan di bagian kepala dan pelipis akibat kejatuhan pohon dan batu tersebut adalah M Hasim (20), Mohammad Rifai (29), Bagus (29) warga Semare Kernel Nganjuk, Prasetyo (15), Hafidz (20) warga Desa Peluh Kridosono, Siti Manggison (38), Rosita (35) warga Surabaya, Galuh (27) warga Lamongan dan Subekti (37) warga Jakarta Selatan mengalami luka berat dan patah tangan kanannya.

Kejadian longsor berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB, Selasa petang (21/7). Longsoran pohon dan batu terjun bebas dari 105 meter dari ketinggian air terjun, dan mengenai para pengunjung yang sedang mandi.

Tim SAR dan kepolisian mengevakuasi para korban. Lokasi air terjun ini berada di 1438 meter di atas permukaan air laut.

[cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Tanah Longsor
  3. Nganjuk
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini