Pengakuan Pedagang di Jalan Raya Ceger Pondok Aren Resah Dipalak Preman Tiap Bulan

Jumat, 18 Juni 2021 16:00 Reporter : Kirom
Pengakuan Pedagang di Jalan Raya Ceger Pondok Aren Resah Dipalak Preman Tiap Bulan Wiranto di acara Stop Pungutan Liar. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Aksi premanisme berupa pemalakan jatah bulanan kepada pelaku usaha, di Jalan Raya Ceger, Kelurahan Juramangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, masih marak terjadi.

Warga seperti mafhum dengan pemberian jatah preman, yang sebenarnya sudah sangat meresahkan masyarakat dan pelaku usaha di sepanjang jalan Ceger Raya itu.

"Rutin, kita diminta setiap bulan. Jatah bulanan istilahnya," ucap seorang Ibu pedagang kelontong di Jalan Raya Ceger, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Jumat (18/6).

Menurut dia setiap bulan, pemalak uang bulanan ke warungnya itu, selalu datang bergerombol dan meminta uang bulanan yang besarannya bervariasi.

"Kalau mereka minta uang seringnya gerombolan, 5 sampai 7 orang. Saya kasihnya Rp 20 ribu setiap bulan, enggak pernah lebih," kata dia.

Pedagang lainnya, EN, mengaku pernah meluapkan emosinya ketika dipalak terus menerus oleh kawanan preman di Jalan tersebut. Lantaran pemalak tersebut, merusak barang miliknya ketika EN tidak mau menuruti keinginan preman itu.

"Saya pernah termos nasi dibanting sama mereka jadi rusak. Mulanya karena tidak saya kasih uang yang mereka minta. Saya tidak kasih mereka malah merusak," kata dia.

Atas kejadian tersebut, pernah beberapa bulan lapak usahanya tidak kembali didatangi preman. Tapi, kemudian pelaku lain datang dan kembali meminta jatah dari warung saya.

"Mereka balik lagi ke sini setelah tiga bulanan, sama minta uang lagi. Tapi orangnya berbeda dengan waktu saat saya lempar termos," katanya.

Sampai saat ini, EN mengaku terus memberikan jatah bulanan sebesar Rp 10 ribu, yang mau tidak mau harus dia berikan agar usahanya tetap bisa berjalan.

"Ya mungkin semua pedagang di sini pada dimintain duit. Mau enggak mau, walau enggak ikhlas kita kasih," kata dia yang sudah tahunan berjualan di lokasi tersebut.

Sebelumnya, seorang warga memviralkan surat pengaduan yang ditujukan kepada Polsek Pondok Aren, terkait maraknya aksi premanisme di sepanjang Jalan Raya Ceger, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Dalam surat tersebut, penulis surat memohon kepada Kepolisian untuk menertibkan preman yang kerap meminta jatah harian, mingguan serta bulanan kepada pelaku usaha di sepanjang jalan itu.

Bahkan, surat tersebut juga menyebutkan tempat biasa para preman yang kerap memalak mereka itu, biasa berkumpul.

Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren Iptu Rony Setiawan mengaku tengah melakukan penyelidikan atas informasi viral tersebut. Menurutnya, sampai saat ini tidak pernah ada warga melaporkan kejadian pemalakan tersebut.

"Anggota lagi lidik juga sama panitnya. Enggak ada yang laporan. Makanya itu kebenarannya mau di cek," kata kanit Reskrim Polsek Pondok Aren Iptu Rony. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pungutan Liar
  3. Premanisme
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini