Pengakuan para tersangka pemerkosaan siswi SD di Semarang

Kamis, 2 Juni 2016 10:00 Reporter : Parwito
Pengakuan para tersangka pemerkosaan siswi SD di Semarang Pemerkosa siswi SD di semarang menangis diperiksa polisi. ©2016 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - IQ salah satu tersangka yang masih berumur 16 tahun saat dikonfirmasi merdeka.com mengaku jika dirinya bersama teman-temannya yang lain sudah menyetubuhi korban PL di persawahan sekitar Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang sebanyak dua sampai empat kali.

"Kalau saya dua kali. Teman lainnya ada yang tiga sampai empat kali. Kemudian uangnya Rp 20 ribu sampai Rp 40 ribu saya berikan ke Niam (NM) sekarang buron," pungkas IQ.

Selain disetubuhi di gubuk sekitar persawahan di Penggaron, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang enam tersangka itu dan dua tersangka lainnya yang masih buron NM dan ZA juga menyetubuhi di rumah NM di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Arist menuturkan, gerombolan pemerkosa atau yang biasa disebut geng rape meresahkan masyarakat. Sebelum kejadian di Semarang, pemerkosaan terhadap anak di bawah umur juga terjadi di Pemalang.

"Ini sedang marak terjadi gang rape atau gerombolan pemerkosa. Setiap saat dan setiap hari terjadi kejahatan seksual di bawah 18 tahun adalah tindak pidana. Ini sebagai bagian dari harus diperangi sesuai ketentuan," ungkapnya.

Dia sepakat bahwa pelaku pemerkosaan dijerat dengan pasal berlapis. Baik undang-undang perlindungan anak maupun pasal pidana tindak kejahatan. Bisa dikaitkan juga dengan tambahan hukuman dalam Perppu Perlindungan anak yang baru disahkan Presiden Joko Widodo.

"Minimal 10 tahun atau 20 tahun. Pasal 82 UU Perlindungan anak maksimal 20 tahun jika ditemukan bukti kejahatan. Dalam perpu kejahatan luar biasa. Serta bisa di junto kan dengan hukum pidana bisa dikategorikan perbuatan cabul," ungkap Arist. [cob] SELANJUTNYA SEBELUMNYA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini