Pengakuan Mengejutkan Prada DP Tega Bunuh Sang Pacar

Senin, 19 Agustus 2019 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Pengakuan Mengejutkan Prada DP Tega Bunuh Sang Pacar Prada DP. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Prada DP sudah menjalani sidang di Pengadilan Militer I-04 Palembang. Dari sidang-sidang tersebut, terungkap penyebab dan kronologi Prada DP membunuh Fera Oktaria (21). Dari hasil keterangan terdakwa Prada DP, disimpulkan Prada DP membunuh Fera lantaran kesal.

Lebih lengkapnya, berikut pengakuan sadis Prada DP saat melakukan pembunuhan terhadap Fera:

1 dari 3 halaman

Sudah Melakukan Hubungan Layaknya Suami Istri

Dalam persidangan yang digelar Kamis (15/8), Prada DP mengaku kesal dengan ucapan korban yang mengaku hamil dua bulan. Padahal mereka sudah lama tidak berhubungan badan sejak terdakwa menempuh pendidikan di Baturaja, Ogan Komering Ulu.

"Saya kecewa dia mengaku hamil. Padahal saya pendidikan militer lima bulan dan hari itu baru pertama kali kami berhubungan (bersetubuh)," kata terdakwa.

Pada malam itu, terdakwa dan korban dua kali melakukan hubungan layaknya suami istri. Setelah itu, barulah keributan terjadi hingga berakhir pembunuhan.

"Kami tiba di penginapan pukul dua dini hari, setelah berhubungan badan, saya hidupkan HP-nya, ternyata password-nya berubah, bukan tanggal jadian kami lagi," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Kesal hingga Membunuh Korban

Prada DP juga sempat bertanya pada korban. Namun korban justru marah sambil mengaku hamil. Sontak terdakwa emosi lalu menjambak rambut korban.

"Habis itu kepalanya saya benturkan ke dinding. Dia melawan dan mendorong saya ke belakang," ujarnya.

Perlawanan korban justru membuat terdakwa semakin beringas. Prada DP mencekik dan membekap korban hingga tewas.

Dalam keadaan bingung, terdakwa memutuskan ingin menghilangkan jejak dengan cara memutilasi tubuh korban menjadi dua bagian. Niatnya didukung dengan adanya gergaji yang ia temukan di gudang penginapan. Namun gergaji patah.

3 dari 3 halaman

Meminta Bantuan untuk Memutilasi Korban

Dalam keadaan bingung, Prada DP kemudian pergi ke rumah pamannya, Dodi Karnadi yang tinggal tak jauh dari TKP.

Dodi memberikan kantong plastik besar untuk memasukkan potongan tubuhnya biar darahnya tidak menetes. Kemudian terdakwa membeli beberapa barang, seperti tas, koper dan gergaji di pasar.

"Paman saya sarankan dipotong dua, dimasukkan dalam kantong besar dan koper. Waktu itu, saya minta tolong memotongnya, tapi tidak mau, saya balik ke penginapan sendirian," kata dia.

Gagal memutilasi korban untuk kedua kalinya, terdakwa kembali menemui Dodi. Dodi pun menghubungi rekannya, Imam, untuk meminta bantuan.

"Saya disuruh bakar saja mayatnya pakai obat nyamuk bakar. Lalu saya beli Pertalite 9 liter, saya siramkan semua, kasur juga. Waktu obat nyamuk sudah dihidupkan, saya merasa iba, saya putuskan batal membakarnya," pungkasnya. [has]

Baca juga:
Polda Sumsel Belum Diminta Cari 2 Saksi Kunci Prada DP yang Hilang Misterius
Prada DP Mengaku Selama 5 Bulan Pendidikan Baru Sekali Meniduri Pacarnya
Fakta Terbaru Kasus Prada DP, Ada yang Masih Misteri
Tak Hadiri Sidang Prada DP, 2 Saksi Kunci Hilang Misterius
Sidang Prada DP, Dokter Forensik Ungkap Tanda Kekerasan di Alat Vital Fera
Usai Bunuh Fera, Prada DP Sempat Beli Tas dan Koper di Pasar Dekat Penginapan

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini