Hot issue

Pengakuan Blak-blakan Kubu Lukas Enembe soal Judi di Luar Negeri

Selasa, 27 September 2022 06:24 Reporter : Eko Prasetya
Pengakuan Blak-blakan Kubu Lukas Enembe soal Judi di Luar Negeri Gubernur Lukas Enembe. ©2018 Merdeka.com/Titin Supriatin

Merdeka.com - Gubernur Papua Lukas Enembe ditetapkan KPK sebagai tersangka suap dan gratifikasi. Dari temuan PPATK, Lukas Enembe menyetor Rp 560 miliar ke kasino judi. Bahkan, belakangan muncul video Lukas Enembe sedang main judi di sebuah kasino.

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengaku mendapat informasi perjalanan Gubernur Papua tersebut ke beberapa lokasi judi di sejumlah negara.

"Terkait Lukas Enembe yang bermain judi diluar negeri, MAKI telah mendapat data dari teman di sekitarnya bahwa memang betul ada permainan judi di 3 negara Manila (Filipina), Singapura, dan Malaysia," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman, kepada merdeka.com, Minggu (25/9).

Lokasi itu di antaranya, Solaire Resort & Casino Entertainment City, di Manila, Filipina; Casino Genting Highland, di Malaysia; dan Hotel Crockford Sentosa di Singapura.

Dari data yang didapat MAKI, Boyamin meyakini bahwa Lukas bisa dianggap dalam keadaan sehat. Karena perjalanan yang diikuti beberapa teman dan Lukas terlihat sehat bisa tergambar ketika di bandara Singapura dia terlihat sanggup berjalan cukup jauh.

"Memang trip perjalanan Pak Lukas mulai dari Desember 2021 sampai Agustus 2022 bahkan sampai ke Australia, Jerman dan juga Singapura, Malaysia yang diduga hendak bermain judi, di Manila juga jadi menurut saya cukup sehat," ucapnya.

2 dari 7 halaman

Kuasa Hukum Gubernur Lukas Enembe, Aloysius Renwarin membenarkan informasi yang disebarkan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) soal aktivitas bermain judi kliennya di sejumlah kasino luar negeri. Salah satu negara yang didatangi Lukas untuk bermain judi adalah Singapura.

"Selama itu di Singapura, beliau bilang betul. Karena sambil bermain (casino) saja, hiburan," kata Aloysius kepada wartawan saat jumpa pers di Jakarta Selatan, Senin (26/9).

Tetapi, dalihnya, kepergian Lukas Enembe ke sejumlah tempat kasino itu di sela-sela perjalanan saat menjalani pengobatan.

"Ketika dia sakit, dia cari hiburan, dia main judi, apa namanya, game itu, di Singapura. Tetapi bukan berarti dengan uang jumlah besar. Santai-santai ketika dia sakit cari refreshing, gitu," terangnya.

3 dari 7 halaman

Saat disinggung sumber dana yang dipakai untuk bermain judi, Aloysius menegaskan uang yang dipakai dari kantong pribadi Lukas.

"Ya pastilah dia pimpinan, dia punya duit," sebutnya.

Sementara, Pengacara Lukas Enembe lainya, Stefanus Roy Rening menanggapi temuan MAKI tidak berkaitan dengan materi hukum yang saat ini dihadapi kliennya tersebut soal korupsi gratifikasi yang disidik KPK.

"Saya tidak mau bicara dengan MAKI, saya hanya mau berhadapan dengan KPK. MAKI itukan orang yang kerjanya juga tidak fokus, MAKI siapa? Dia ngomong datanya dari mana? Dia penyidik kah?" tanya Roy.

Kubu Lukas memilih mempersiapkan kliennya agar segera pulih dari pada menanggapi informasi yang dilempar pihak tak ada kaitan dengan lembaga yang berhadapan dengan kliennya.

"Kalau kita bicara hoaks-hoaks kasihan gubernur, karena sedang sakit. Kalau dia semakin terdepresi, dia tidak bisa diperiksa," tambah dia.

4 dari 7 halaman

Roy juga membantah jika uang Rp1 miliar yang menjadi dasar penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah hasil dari tindakan korupsi gratifikasi Lukas Enembe dalam pengadaan proyek. Dia menyebut bahwa uang tersebut adalah uang pribadi kliennya yang diambil dari rumahnya sendiri.

Memang itu uang pribadi, karena uang ambil di rumah toh. Jadi uangnya pak Lukas," sebut Roy.

Meski demikian, Roy tidak menjelaskan asal muasal uang termasuk peruntukan uang Rp1 miliar yang diterima Lukas Enembe dari Prijatono Lakka. Lakka adalah seorang pendeta yang membantu pengadaan perabot-perabot rumah pribadi Lukas.

"Ya itu uang pribadinya dia. Kita tidak masuk terlalu jauh ke situ. Tapi yang penting bahwa dijelaskan uang itu uangnya dia," sebutnya.

Meski tidak mau menjelaskan secara detail, tapi dalam draft keterangan Tim Kuasa Hukum disebut bahwa Prijatono Lakka sempat diminta tolong oleh Lukas Enembe untuk mentransfer dana tersebut.

5 dari 7 halaman

Dimana, menurut pengakuan Prijatono Lakka di depan penyidik KPK bahwa dana tersebut adalah dana Lukas yang tidak ada kaitannya dengan sumber proyek APBD Papua 2013 s/d 2022.

"Itu nanti Pak lukas yang menjelaskan," terangnya.

Kemudian, Roy Rening membenarkan jika kliennya memiliki sumber dana usaha berasal tambang emas yang dipakai untuk kebutuhannya.

Hal tersebut disampaikan guna menjawab pernyataan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata terkait kasus dugaan korupsi gratifikasi KPK yang bisa dihentikan. Asalkan, Lukas bisa membuktikan sumber uang ratusan miliar rupiah yang ditemukan PPATK.

"Saya langsung tanya bapak (Lukas) waktu itu (terkait tambang emas)," kata Roy dalam konferensi pers di Kantor Perwakilan Pemprov Papua, Jakarta Selatan, Senin (26/9).

6 dari 7 halaman

Roy menjelaskan sambil menggambarkan percakapannya dengan Lukas Enembe, bahwa sambil berkelakar jika awalnya tambang emas yang dimaksud adalah PT Freeport. Namun Lukas kembali menegaskan bahwa tambang emas itu benar adanya dan saat ini tengah proses perizinan.

"Saya langsung tanya bapak sebelum saya ke sini. 'Pak Gubernur ini ada pernyataan begini: (kalau bisa buktikan tambang emas maka bebas) 'Katakan itu Freeport saya punya, apa kamu ragukan lagi? Freeport itu saya punya. Sebagai Gubernur saya punya itu Freeport. Masa kamu ragu?" ucal Roy seraya bercakap dengan Lukas.

"Bukan begitu bapak, Bapak punya tambang enggak? sendiri di kampung?" kata Roy meminta untuk Lukas serius dalam menjawab pertanyaannya.

Lantas, Roy mendapat jawaban dari Gubernur Papua tersebut bahwa benar kliennya itu memiliki tambang emas namun masih dalam proses administrasi.

"Oh, saya punya di kampung. Ya, di Tolikara itu, sedang dalam proses dia punya foto semua dan apa itu, dokumennya sudah diurus oleh stafnya. Saya belum ketemu stafnya yang akan menyerahkan kepada saya," ungkap Roy.

"Intinya bahwa, bapak (Lukas) punya," tegasnya.

7 dari 7 halaman

Ia mengaku mempertanyakan itu ke kliennya. Sebab sebelumnya muncul pernyataan bahwa bila Lukas Enembe bisa membuktikan sumber uangnya yang mencapai Rp 71 miliar dan sumber uang yang disetorkan ke kasino, maka ia akan dibebaskan dari sangkaan korupsi.

"Jadi begini, itu kan dimulai dengan pernyataan bahwa kalau Pak Lukas bisa membuktikan dia punya tambang emas, maka pak Lukas bisa dibebaskan. Ya kan, itu artinya dia mau pakai pembuktian terbalik," kata dia.

Roy pun mengaku telah mengkonfirmasi langsung ke Lukas soal dugaan kepemilikan tambang, dan dibenarkan. Roy pun mengajak pimpinan KPK ke Tolikara untuk membuktikan adanya tambang dimaksud.

"Sekarang lagi prosesnya sedang dibuat semua. dokumentasinya, termasuk videonya dan saya kemarin sudah coba mengajak kalau bisa kita 'karena Pak Marwata (Alex Marwata Wakil Ketua KPK) yang minta' mari kita sama-sama ke Mamit, kita sama-sama ke Tolikara kita lihat itu tambang. kan begitu," pungkasnya.

[eko]

Baca juga:
Paulus Waterpauw Ingatkan Kubu Lukas Enembe: Bermasalah dengan Hukum, Hadapi
Lukas Enembe Belum Pikirkan Praperadilan: Pengadilan Negeri Jaksel Belum Steril
Penjelasan Ilmiah Seseorang Bisa Kecanduan Judi
KPK Minta IDI Periksa Kesehatan Lukas Enembe
Pengacara Sebut Lukas Enembe 'Bonyok' Hadapi 14 Mantan Jenderal Polisi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini