Pengacara: Tak ada saksi lihat guru JIS lakukan sodomi

Minggu, 13 Juli 2014 13:46 Reporter : Dedi Rahmadi
Pengacara: Tak ada saksi lihat guru JIS lakukan sodomi Hotman Paris Hutapea. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengacara Jakarta International School, Hotman Paris menyebut penetapan tersangka dua guru JIS, Niel Bantleman (NB) dan asisten guru Ferdinant Michel alias Ferdinant Tjiong (FT), cacat hukum. Hotman mengatakan, polisi tak punya saksi yang melihat guru JIS melakukan sodomi.

"Penyidik tidak memiliki saksi yang melihat guru JIS melakukan sodomi. Penyidik hanya memiliki pengaduan dari pelapor dan pendapat dari psikolog. Pengaduan dan pendapat psikolog dimata hukum bukan bukti tindak pidana," tulis Hotman dalam keterangan pers yang diterima merdeka.com, Minggu (13/7).

Hotman menyayangkan, pihak humas Polda Metro Jaya menyebut tali salah satu buktinya. Menurut Hotman, tak ada saksi juga yang melihat tali tersebut dipakai untuk sodomi. Apalagi polisi juga tak pernah mengonfirmasi bahwa tali tersebut milik tersangka atau bukan.

"Humas Polda Metro menyebut bukti 'Tali'. Oh My God. Tidak ada satu saksi pun yang melihat 'Tali tersebut dipakai untuk sodomi'. Semua sekolah pasti punya 'Tali' di dalam, sedangkan penyidik secara acak menyita 'Tali' dari JIS tanpa ada saksi yang melihat tali tersebut dipakai untuk apa. Anehnya penyidik tidak pernah menanyakan 'Tali' tersebut kepada para Tersangka," tutur Hotman.

Terkait kamera yang disita polisi, Hotman menjelaskan, polisi menyita kamera itu secara acak dari JIS. Pihaknya yakin tak ada foto dalam kamera tersebut yang menunjukkan ada foto sodomi. "Penyidik menyebut ada 'Kamera yang disita. Kamera tersebut disita penyidik secara acak dari gedung JIS. Para Terlapor (guru JIS) dan kuasa hukumnya bolak-balik menanyakan penyidik 'mana bukti foto di Kamera apa ada memuat foto sodomi'," kata dia.

"Anehnya penyidik tidak pernah menunjukkan bukti foto sodomi dalam kamera karena memang tidak pernah ada," tambahnya.

Soal visum, lanjut Hotman, anehnya polisi tak berani memanggil klinik SOS Cipete Jakarta dan rumah sakit Singapura. "Visum? visum tidak pernah menyebut siapa nama pelaku. Anehnya penyidik tidak berani memanggil klinik SOS Cipete Jakarta dan rumah sakit Singapura untuk mencek kebenaran berita bahwa informasi yang didengar JIS hasilnya 'negatif' atau tidak ada bukti kekerasan seksual," kata Hotman. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini