Pengacara Sebut Pengusaha Tekstil Bandung Sempat dapat Ancaman Sebelum Dimutilasi

Kamis, 14 Februari 2019 16:50 Reporter : Aksara Bebey
Pengacara Sebut Pengusaha Tekstil Bandung Sempat dapat Ancaman Sebelum Dimutilasi Ilustrasi Pembunuhan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia mengkonfirmasi jasad pria dimutilasi adalah WNI atas nama Ujang Nuryanto. Ujang pengusaha tekstil dari Bandung yang berada di Malaysia untuk urusan bisnis.

Pengacara keluarga Nuryanto, Hermawan mengatakan kabar kepastian identitas korban setelah dilakuakn pencocokan sidik jari. Istri Nuryanto juga sudah mendapatkan informasi itu.

"Saya dikabari KBRI hari ini. Mereka mengkonfirmasi bahwa jasad yang dimutilasi itu klien kami. Sidik jarinya sesuai dengan data di e-KTP," kata Hermawan saat dihubungi, Kamis (14/2).

Hermawan menyebut, sebelum ada peristiwa mutilasi, kliennya dan keluarga diduga mendapatkan ancaman diduga terkait urusan bisnis. Pihak keluarga memilih untuk berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar.

‎"Permasalahannya ya mungkin masalah bisnis bisa saja. Tapi nanti dikaji dulu, makanya kita koordinasi (dengan Ditreskrimum Polda Jabar), apakah itu bisa dikategorikan mengancam atau tidak," terangnya.

Saat ini pihak keluarga memilih fokus mengurus pemulangan jasad Nuryanto ke Indonesia.

"Ya langkah selanjutnya pemulangan jenazah. Sudah berkomunikasi dengan Kedubes, nanti dikabari," katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pengusaha tekstil hilang di Malaysia diduga menjadi korban mutilasi saat menjalankan bisnis. Pengusaha tersebut diketahui bernama Ujang Nuryanto (37) warga Baleendah, Kabupaten Bandung.

Ia pergi ke Malaysia pada tanggal 17 Januari 2019untuk urusan bisnis dan rencana kembali ke Indonesia sepekan kemudian, sekira tanggal 23 Januari 2019. Namun, keberadaan Nuryanto tidak diketahui sejak 22 Januari.

Pihak keluarga pun tidak bisa menghubungi nomor selulernya. Hingga akhirnya, ramai diberitakan di media Malaysia tentang penemuan jasad yang dimutilasi tanpa kepala di sekitar Sungai Buloh, Selangor Mayalsia pada 26 Januari.

Setelah belum mendapat kabar, pada tanggal 1 Februari pihak keluarga bersama pengacara Nuryanto bertolak ke Malaysia untuk memastikan kabar. Meski jasad sudah tidak dikenali, namun ciri-cirinya, seperti pakaian yang dipakai dan ponsel yang ditemukan di sekitar jasad tersebut menguatkan dugaan terhadap Nuryanto.

Selanjutnya, pihak kepolisian sudah meminta keterangan terhadao dua orang terkait kasus mutilasi tersebut. Mereka bernama Iqbal dan M Abbas yang merupakan merupakan rekan bisnis Nuryanto di Malaysia.

Mereka dimintai keterangan oleh pihak kepolisian karena selama di Malaysia Nuryanto kerap berkomunikasi bersama mereka berdua. Salah satu tujuan Nuryanto pun adalah mengambil uang sekitar Rp 7 miliar. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini