Pengacara Sebut Jerinx SID Tetap Jadi Pengkritik Setelah Bebas dari Penjara

Selasa, 8 Juni 2021 13:55 Reporter : Moh. Kadafi
Pengacara Sebut Jerinx SID Tetap Jadi Pengkritik Setelah Bebas dari Penjara Jerinx SID saat keluar Lapas Kelas II Kerobokan Bali, Selasa (8/6). ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - I Gede Ari Astina alias Jerinx SID bebas murni setelah menjalani masa hukuman 10 bulan penjara karena perkara ujaran kebencian, Selasa (8/6). Ketua tim hukumnya, I Wayan Gendo Suardana, menyatakan drummer Superman Is Dead (SID) itu akan melakukan pengelukatan atau upacara pembersihan diri sesuai agama Hindu.

"Pengelukatan langsung dilakukan oleh Ibunda Jerinx yang seorang Sulinggih (pendeta Hindu)," kata Gendo dalam keterangannya di Denpasar, Bali.

Gendo menegaskan bahwa poin penting dari kasus Jerinx ini adalah masih banyaknya undang-undang yang mengatur pembatasan kebebasan berekspresi yang cenderung menjadi pasal karet. Ke depan, Jerinx tetap melakukan kritik, namun dengan cara menjauhkan diri dari jerat pasal-pasal itu.

Kemudian, untuk pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang melaporkan Jerinx, Gendo menyampaikan sebenarnya tidak ada delik pencemaran nama baik, karena lembaga publik tidak memiliki kehormatan dan martabat, sehingga tidak boleh imun dari kritik.

Dia juga menyampaikan bahwa IDI sebagai lembaga profesi yang menaungi para dokter, seharusnya menitikberatkan perhatiannya pada substansi kritik Jerinx, bukan ekspresinya. Fakta di persidangan sudah terbukti yang menjadi persoalan bukan prosedur rapid test yang menyebabkan ibu-ibu hamil kehilangan bayinya pada saat itu, melainkan ekspresi kacung dan emotikon babi.

"Jangan ekspresinya yang diadili, lihat pesannya, apakah mengandung fitnah, ujaran kebencian, atau mendegradasi suatu organisasi," ujar Gendo.

Selain itu, Gendo berharap IDI sebagai lembaga publik dapat dengan jernih menangkap kritik yang disampaikan, karena kritik itu justru akan memberi nilai refleksi yang baik untuk IDI.

"Kritik Jerinx sesungguhnya dapat dimaknai sebagai kecintaan Jerinx pada lembaga IDI," ujar Gendo.

Lebih lanjut, Gendo menyampaikan sebenarnya Jerinx ingin menjalani hukuman secara penuh dan enggan menggunakan hak asimilasinya sebagai simbol, walaupun Jerinx dibungkam dan ditekan, dia tetap menjalaninya. Bahkan Jerinx sebenarnya tidak mau membayar denda sebagai bentuk perlawanan bahwa pembungkaman tidak memiliki efek apa pun terhadap dirinya.

Kemudian, terkait pembayaran denda sebesar Rp10 juta itu, Gendo menjelaskan bahwa itu adalah inisiatif dari simpatisan Jerinx. Sejak putusan pengadilan tingkat pertama, mereka sudah melakukan berbagai kegiatan mengumpulkan uang dari masyarakat untuk membayar denda Jerinx.

Untuk menghargai solidaritas simpatisan dan masyarakat, Jerinx mau membayar denda. "Jerinx sebenarnya ingin keluar 8 Juli saja," ucapnya.

Gendo juga menyampaikan permohonan maaf dari Jerinx kepada kawan-kawan media karena belum bisa diwawancarai karena pertimbangan pribadi. Dia akan menyediakan waktu khusus untuk awak media.

"Sekarang Jerinx sudah menjadi warga negara bebas," ujar Gendo.

Seperti diberitakan, Jerinx dilaporkan atas nama mencemarkan nama baik dan menyebarkan ujaran kebencian karena memposting "IDI Kacung WHO" di akun instagramnya. Pengadilan Tinggi Bali menghukumnya 10 bulan penjara dan denda Rp10 juta subsider 1 bulan kurungan. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini