Pengacara Sebut 5 Jemaah Korban First Travel Meninggal Dunia Diduga Tekanan Batin

Selasa, 23 April 2019 18:12 Reporter : Nur Fauziah
Pengacara Sebut 5 Jemaah Korban First Travel Meninggal Dunia Diduga Tekanan Batin first travel di depok. ©2017 merdeka.com/nur fauziah

Merdeka.com - Lima calon jemaah umrah korban penipuan First Travel (FT) dikabarkan meninggal dunia. Sampai akhir hayatnya, kelima korban masih tetap menunggu kepastian untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Mereka diduga mengalami tekanan batin dan jatuh sakit karena gagal berangkat.

"Baru kemarin jemaah korban First Travel meninggal dunia atas nama Sumarni di Tangerang. Beliau jemaah korban First Travel yang ke lima yang meninggal dunia," kata pengacara korban First Travel, Riezqi Rahmadiansyah, di Pengadilan Negeri Depok, Selasa (23/4).

Mereka yang meninggal dunia, kata Riezqi, adalah warga berstatus ekonomi menengah. Dia meminta agar negara memberikan perhatian serius pada kasus ini.

"Sebagian teman-teman jemaah korban First Travel bingung dan sudah banyak yang meninggal ini tidak ada respons dari kementerian agama, dan pemerintah, dan presiden," ucapnya.

Riezqi dan para korban jemaah yang gagal berangkat berencana mendatangi kedutaan negara-negara kaya karena menilai pemerintah tak peduli dengan nasib mereka. Harapannya agar negara-negara kaya itu mau menyumbangkan uang untuk membantu jemaah ini.

"Kita akan ke Kedutaan Brunei, dan Arab Saudi karena negara sudah tidak hadir di sini. Absen pada kepentingan korban. Tapi negara hadir ketika aset First Travel dirampas. Ini jadi kontradiktif, uangnya dirampas tapi korban tidak dilihat atau diperhatikan," tandasnya.

Demi memperjuangkan nasib, mereka terus mengawal proses sidang gugatan terhadap Negara. Tujuannya agar negara mengembalikan aset First Travel yang disita agar dikembalikan pada jemaah. [lia]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini