Pengacara Irman Gusman sebut putusan hakim tafsiran pribadi

Rabu, 2 November 2016 15:25 Reporter : Supriatin
Pengacara Irman Gusman sebut putusan hakim tafsiran pribadi Razman Nasution. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kuasa hukum Irman Gusman, Razman Nasution mengaku keberatan atas putusan hakim I Wayan Karya yang menggugurkan gugatan permohonan praperadilan Irman Gusman dalam sidang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Menurut Razman, keputusan hakim berdasarkan asumsi pribadi tanpa fakta hukum yang jelas.

"Ini tafsiran pribadi beliau," ungkap Razman di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (2/11).

Putusan hakim menggugurkan gugatan praperadilan tersebut lantaran perkara terdakwa Irman Gusman telah dilimpahkan dan sudah mulai diperiksa atau disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Razman menilai, pelimpahan perkara itu tidak sah karena tanpa persetujuan dari kuasa hukum Irman Gusman.

"Kami berkeyakinan tadi kami menang, kami tidak menduga keputusan ini jadi kabur. Digugurkan tapi aturan gugur tidak begitu, harus dibuka di Pengadilan Tipikor, inikan belum baru dilimpahkan. Dilimpahkan pun tidak ada tandatangan kami (kuasa hukum)," jelas dia.

Karena keputusan Hakim I Wayan Karya dianggap sepihak, Razman menyebutkan pengguguran praperadilan Irman Gusman merupakan potret wajah buruk sistem penegakkan hukum di Tanah Air.

"Kalau pemaksaan dibolehkan di negara ini, sudah. Hukumannya seumur hidup, suka-suka. Nah ini enggak ada lagi kebenaran," tandasnya.

Untuk diketahui, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, menggelar sidang putusan praperadilan mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Irman Gusman terkait kasus dugaan suap rekomendasi kuota distribusi gula impor di Sumatera Barat, Rabu (2/11).

Sidang yang dipimpin oleh hakim tunggal, I Wayan Karya menggugurkan gugatan permohonan praperadilan Irman Gusman. Dalam putusannya, I Wayan Karya berpendapat bahwa perkara terdakwa Irman Gusman telah dilimpahkan dan sudah mulai diperiksa atau disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Menyatakan permohonan praperadilan gugur dengan segala hukumnya," ujar I Wayan Karya. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini