Pengacara guru cabul kecewa gugatan praperadilan ditolak

Selasa, 3 Mei 2016 14:42 Reporter : Anisyah Al Faqir
Pengacara guru cabul kecewa gugatan praperadilan ditolak Ilustrasi Sidang. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah menolak permohonan praperadilan tersangka ER terkait kasus pelecehan seksual yang dilakukan dirinya terhadap murid bernama NPT (15). Kuasa Hukum ER, Herbert Aritonang mengaku kecewa permohonan praperadilan kliennya itu ditolak oleh hakim tunggal Baktar Djubri.

Menurut Herbert, dari surat perintah penangkapan dan penetapan ER sebagai tersangka bernomor S.P.Kap/74/III/2016/Sat Reskrim, dia melihat banyak kejanggalan dan bukti-bukti yang tidak jelas dari Polres Jakarta Selatan.

"Saya pikir kok hakim bisa ambil kesimpulan. Suratnya aja setahun yang lalu. Terus ada visum, buktinya enggak ada visum. Dari pengakuan NPT, dia mengalami pencabulan berkali-kali. Kalau ada kejadian pertama, mestinya kejadian kedua dia sudah takut dong atau berontak. Ini berita bohong atau kenapa?" kata Herbert, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (3/5).

Selain itu Herbert, juga menilai ada kejanggalan lainnya. Kata dia korban NPT melaporkan kejadian pelecehan seksual tanggal 3 Maret 2016 lalu. Dari pengakuan korban, dia merasa trauma melihat Guru Bahasa inggris saat dihukum karena terlambat masuk sekolah.

"Tanggal 3 Maret 2016 enggak ada kejadian pencabulan, masalah ini malah dialihkan tahun lalu. Jadi kejadian 3 Maret itu karena NPT merasa shock melihat gurunya. Kenapa enggak setiap hari dia shock sejak Juli 2015," ungkap Herbert.

Namun demikian, pihaknya harus menerima putusan hakim bahwa penetapan kliennya sebagai tersangka itu sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Ya sudah masuk ke pengadilan pokok. Saya juga bingung kinerja polisi bagaimana tuh. Polisi hanya keterangan psikolog dan korban, enggak nyambung dong," tutupnya. [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini