Penerbit harus tarik buku anak-anak legalkan homo & transgender

Kamis, 7 Agustus 2014 15:37 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Penerbit harus tarik buku anak-anak legalkan homo & transgender Fahira Idris temui PT Elex Media. ©2014 merdeka.com/saugy riyandi

Merdeka.com - Ketua Yayasan Selamatkan Anak Bangsa, Fahira Idris langsung bertindak soal kekhawatiran orang tua tentang beredarnya buku WHY Puberty. Fahira bertemu langsung dengan penerbit buku tersebut, Elex Media.

Fahira mengatakan, buku WHY Puberty sangat meresahkan orang tua. Dia pun menyayangkan buku ini bisa lolos ke publik selama ini, padahal buku tersebut terbit sejak 2012 lalu dan baru ramai diperbincangkan di media sosial pada 2014.

"Buku ini sangat meresahkan masyarakat karena masyarakat kita mayoritas muslim yang saya sayangkan kenapa 2012 baru terasa sekarang, terbit 2012 mungkin karena tidak terperhatikan," kata Fahira dalam pertemuan dengan penerbit Elex Media di kantor Kompas Gramedia, Jakarta, Kamis (7/8).

Fahira menjelaskan, pihaknya tidak membenci dan memusuhi komunitas Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Namun, buku ini bisa dianggap oleh masyarakat bahwa LGBT dilegalisasi.

"Kasus buku WHY ini adalah menurut kami itu tentang propaganda LGBT, sedangkan LGBT ini sangat bertentangan, bukan hanya bagi umat Islam saja, ada beberapa agama juga yang bertentangan dengan LGBT," tegas dia.

Dia pun menyayangkan Elex media menerbitkan buku ini tanpa melihat unsur ekstrinsik dalam buku itu. Karena buku ini jelas bertentangan dengan budaya di Indonesia.

"Karena dalam karya fiksi ada nilai intrinsik dan ekstrinsik, kalau intrinsik kan tentang alur, tokoh seprti apa, nah dalam fiksi ini keteledoran terjadi tidak diperhatikan nilai ekstrinsik nilai di luar karya, tentang riwayat pengarang kondisi sosial masyarakat, ini Indonesia, harus melihat kultur masyarakat," tegas dia.



Fahira pun meminta agar buku ini segera dicabut dan ditarik dari peredaran. Dia berharap, Elex Media tidak membuat buku yang serupa seperti WHY Puberty ini.

"Buku ini harus ditarik, tidak diterbitkan lagi, kalau pun direvisi harus ada bab yang dihilangkan," pungkasnya.

Buku ini sudah terbit sejak 2012 dengan beberapa bab. Yang paling menjadi sorotan yakni, bab terkait dengan cinta sesama jenis.

Buku berjudul WHY Puberty ini pun membuat heboh jagat twitter karena seolah melegalkan hubungan transgender. Elex Media pun akhirnya menarik buku tersebut dari peredaran. [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini