Penemu Pawang Geni ternyata lulusan sekolah seni rupa di Belanda

Minggu, 8 Desember 2013 14:08 Reporter : Arie Sunaryo
Penemu Pawang Geni ternyata lulusan sekolah seni rupa di Belanda Pawang geni pesanan Jokowi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Bagi warga Solo dan Jakarta, mungkin tak terlalu asing dengan nama Pawang Geni. Sebuah alat pemadam kebakaran manual yang ditemukan oleh Sri Utomo, warga Sudiroprajan RT 01/8 Solo, Jawa Tengah, tahun 2008 lalu.

Nama Pawang Geni semakin melambung sejak diperkenalkan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, sebagai salah satu solusi penanganan kebakaran.

Meski nama Pawang Geni begitu akrab, namun penemunya justru belum banyak dikenal publik. Sri Utomo atau akrab disapa Tomo, pria kelahiran Solo, 5 Agustus 1955, ternyata bukan lulusan sekolah teknik. Pria berpenampilan pelontos tersebut merupakan lulusan Seni Rupa jurusan Fotografi, sebuah perguruan tinggi di Belanda.

"Saya dulu sekolah Seni Rupa, Jurusan Fotografi di Vriy Academie For Bildende Kunsten, Den Haag," ujar Tomo, saat ditemui merdeka.com di rumahnya, Minggu (8/12).

Menurut Tomo, Pawang Geni sebenarnya sudah ada sejak lima tahun lalu. Pihaknya, pernah memproduksi beberapa Pawang Geni, untuk Kelurahan Sudiroprajan dan Sangkrah. Namun lanjut Tomo, peralatan tersebut kurang cocok digunakan di Solo.

"Di Solo tidak cocok, karena jarang ada pemukiman padat seperti di Jakarta," katanya.

Lebih lanjut ayah 5 orang anak tersebut mengemukakan, pada awalnya ide untuk membuat pawang geni muncul saat ada kebakaran rumah di kampungnya.

"Masak setahun di kampung saya terjadi kebakaran 2 kali. Saya kan prihatin, apalagi yang terbakar rumah teman saya," katanya lagi.

Melihat peristiwa tersebut Tomo mulai berpikir untuk membuat alat pemadaman sederhana, agar jika ada kebakaran bisa ditanggulangi lebih awal.

"Sebenarnya banyak peristiwa kebakaran besar yang seharusnya tidak terjadi. Itu semua jika bisa ditangani lebih awal, sebelum mobil Damkar tiba," ungkapnya.

Meski lulusan Seni Rupa, Sri Utomo mengaku pernah bersekolah di sekolah teknik, setingkat SMP dan SMA, Modal ilmu tersebut dipadukan kemampuan grafis yang didapatkan saat berkuliah di Belanda. Sehingga Tomo bisa merancang peralatan pemadam sederhana seperti sekarang ini.

Untuk mewujudkan pembuatan pawang geni, Tomo yang dibantu warga kampung menggandeng Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Sudiroprajan, yang kebetulan memiliki dana cukup.

"Di kelurahan itu ada alokasi dana untuk kegiatan pemberdayaan warga yang memiliki gagasan dan kreativitas di bidang ekonomi dan teknologi. Kami bisa meminjam modal dari sana," paparnya.

Dengan pinjaman modal tersebut, Tomo dan warga merancang alat pemadam kebakaran sederhana, yang kemudian dinamakan Pawang Geni. Alat tersebut terdiri dari drum metal (sebagai water reservoir) yang terbuat dari bahan metal dengan kapasitas isi 200 liter. Drum tersebut dilengkapi dengan pompa tekan aksi ganda untuk menyedot air dari drum melalui selang air. Menurutnya alat tersebut mempunyai jangkauan semprot hingga 20 meter.

Pawang Geni sempat dipresentasikan Tomo ke Jokowi, semasa masih menjadi Wali Kota Solo. Pemkot Solo juga pernah menyertakan Pawang Geni sebagai produk daerah dalam ajang Pameran Pembangunan se-Indonesia di Riau. Gaung Pawang Geni baru kembali mengemuka saat kembali diperkenalkan Jokowi sebelum Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu.

"Saya bangga jika Pawang Geni ini bisa menjadi salah satu solusi menangani kebakaran secara dini. Semoga bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Apalagi bisa diekspor ke negara-negara tetangga," pungkasnya. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. Kebakaran Jakarta
  2. Jokowi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini