Penempatan 6.000 Pekerja Migran Indonesia ke Taiwan Ditunda Akibat Pandemi Covid-19

Kamis, 8 April 2021 21:26 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Penempatan 6.000 Pekerja Migran Indonesia ke Taiwan Ditunda Akibat Pandemi Covid-19 Ilustrasi Covid-19. Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah menunda sementara penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke China. Hal tersebut seiring dengan China yang secara tegas menunda sementara PMI dengan alasan pandemi Covid-19.

"Pihak Taiwan secara tegas menyatakan bahwa penundaan sementara penempatan PMI ke Taiwan adalah karena alasan Covid-19 di Indonesia, bukan karena alasan yang lain. Ada sekitar 6.000 CPMI yang saat ini tertunda keberangkatannya," kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani usai melakukan pertemuan bilateral secara virtual dengan pihak Taiwan yaitu Ministry of the Interior (MoI) dan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Indonesia (TETO), Kamis (8/4).

Benny mengatakan dalam pertemuan tersebut bahwa Indonesia serius menangani pandemi Covid-19. Salah satunya kata dia jadi negara pemberi vaksin terbanyak.

"Sudah saya sampaikan pula dalam pertemuan tadi bahwa pemerintah Indonesia sangat serius dalam hal penanganan Covid-19 di Indonesia, salah satunya dengan menjadi salah satu negara terdepan dalam pemberian vaksin Covid-19 bagi penduduknya," ujar dia.

Sebelumnya diketahui China melaporkan lonjakan terbesar kasus harian Covid-19 dalam lebih dari dua bulan, saat salah satu kota yang berbatasan dengan Myanmar di Provinsi Yunnan menyumbang semua kasus lokal baru.

Pemerintah setempat Ruili memberlakukan karantina di rumah bagi warga setempat, menggelar tes Covid-19 besar-besaran dan mulai membatasi akses keluar masuk kota tersebut sejak pekan lalu setelah melaporkan pasien Covid-19.

Dilansir dari laman Antara mengutip Reuters, Senin (5/4), kota tersebut menyumbang semua 15 kasus lokal Covid-19 pada 4 April. Jumlah kasus baru harian Covid-19, termasuk kasus impor, mencapai 32 kasus, tertinggi sejak 31 Januari.

Analisis genetik dari kasus yang ditemukan di Ruili menunjukkan bahwa kasus lokal baru berasal dari Myanmar, sebut media pemerintah. Dari pasien baru yang dilaporkan di kota tersebut, 11 di antaranya teridentifikasi sebagai warga negara Myanmar.

Ruili merupakan titik transit utama bagi Provinsi Yunnan, yang berupaya keras memantau perbatasannya yang berbatu sepanjang 4.000 km dengan Laos, Myanmar dan Vietnam. Pemantauan itu bertujuan mencegah migrasi ilegal di tengah gelombang penyeberangan gelap tahun lalu oleh mereka yang mencari perlindungan dari pandemi.

Otoritas setempat juga telah memulai vaksinasi di Ruili dalam upaya menekan Covid-19 sekaligus membentuk kekebalan kawanan di kota tersebut. Jumlah kasus tanpa gejala, yang tidak dianggap oleh China sebagai kasus terkonfirmasi, berjumlah 18 kasus. Jumlah kasus Covid-19 terkonfirmasi di China kini mencapai 90.305, dengan kematian yang tidak berubah, yakni 4.636. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini