Penderita Long Covid-19 Mayoritas Pria Perokok yang 'Baperan'

Kamis, 3 Juni 2021 11:57 Reporter : Supriatin
Penderita Long Covid-19 Mayoritas Pria Perokok yang 'Baperan' Berfoto di JPO Tanpa Atap. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Dokter Spesialis Paru Kepala Bagian Pembinaan Fungsi RS Bhayangkara TK I R. Said Sukanto, Yahya mengatakan, mayoritas penderita long Covid-19 adalah pria. Salah satu penyebabnya, pria memiliki kebiasaan merokok sehingga birisiko mengalami gangguan paru.

"Tentang gender, rupanya laki-laki. Salah satu faktor utamanya yaitu kebiasaan merokok itu juga ikut memberatkan gejala terhadap adanya infeksi Covid-19," katanya dalam diskusi virtual, Kamis (3/6).

Jika dilihat dari kelompok umur, mayoritas penderita long Covid-19 merupakan lansia dengan komorbid. Misalnya, lansia memiliki komorbid jantung dan paru.

Yahya menjelaskan, berdasarkan riset Fakultas Kedokteran Universitas indonesia (FKUI), long Covid-19 terjadi setelah empat minggu terpapar Covid-19 dan dinyatakan negatif. Waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari long Covid-19 pun beragam.

"Ada yang hanya sampai satu bulan, itu pun hanya 53,7 persen. Kemudian ada yang sampai 43,6 persen selama 1 hingga 6 bulan. Kemudian lebih dari 6 bulan itu 2,7 persen," paparnya.

Menurut Yahya, gejala long Covid-19 yang dialami setiap orang berbeda-beda. Ada yang mengalami gejala lemas, sesak, nyeri sendi, batuk, anosmia, diare dan nyeri otot.

Dia menambahkan, hingga saat ini, belum diketahui penyebab utama munculnya long Covid-19. Namun, kata Yahya, long Covid-19 disinyalir disebabkan sejumlah hal, di antaranya gaya hidup tidak sehat, komorbid dan kejiwaan tidak stabil.

"Barangkali yang tidak kalah penting aspek kejiwaannya. Mungkin dia baperan (bawa perasaan/mudah tersinggung), kan memang ada faktor titik lemahnya orang ini gampang depresi, gampang nervous. Itu juga menjadi salah satu faktor timbulnya long covid," tandasnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini