Pendekatan yang Kurang dari Pemerintah dalam Meredam Konflik Papua

Selasa, 3 September 2019 15:38 Reporter : Wisnoe Moerti
Pendekatan yang Kurang dari Pemerintah dalam Meredam Konflik Papua Konser Masyarakat Papua di CFD. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meredam konflik di Papua. Namun, Buya Syafii Ma'arif melihat ada ada yang belum dilakukan pemerintah. Pemerintah seharusnya melakukan pendekatan psikoantropologi untuk menghadapi persoalan di Papua.

"Ini yang kurang dilakukan pemerintah selama ini terhadap Papua," kata Buya Syafii saat peresmian gedung Pesantren Modern Terpadu Prof Hamka di Padang, seperti dilansir Antara, Selasa (3/9).

Selain pendekatan sosial ekonomi yang telah dilakukan, pendekatan psikoantropologi juga harus dilakukan. Dia menjelaskan, pendekatan psikoantropologi adalah memahami karakteristik masyarakat Papua. Dilihat dari karakter manusia, budaya dan adat istiadat. Hingga latar pendidikan. Buya mengajak pemerintah maupun masyarakat Papua untuk meningkatkan kearifan nasional.

"Bagaimanapun kondisinya kita harus menyelamatkan Papua," kata dia.

Semua pihak harus menyadari, Papua bergabung dengan Indonesia bukan sejak 1945. Sehingga ada pihak-pihak yang selalu berupaya menunggangi konflik di sana. Sehingga harus ada berbagai pendekatan khusus yang dilakukan. Agar Papua tetap menjadi bagian dari Indonesia.

"Ada yang menunggangi kerusuhan itu hal biasa, mereka berusaha mengobok-obok dan selama kita kuat dan belum lumpuh tentu itu dapat diselesaikan," katanya.

Kembali mencuatnya wacana referendum adalah salah satu contoh isu yang jadi penumpang gelap dalam konflik di Papua.

"Hal ini tentu tergantung kesepakatan antara Jakarta dengan Papua namun yang jelas kita harus selamatkan mereka," katanya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini