Pendaki ini bilang tak apa buang sampah di Semeru karena sudah bayar

Jumat, 5 Juni 2015 17:17 Reporter : Yulistyo Pratomo
Pendaki ini bilang tak apa buang sampah di Semeru karena sudah bayar Sampah di Gunung Gede. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kelestarian alam di area pegunungan tercemar oleh kelakuan segelintir pendaki. Sampah-sampah yang dibuang sembarangan membuat kondisi alam semakin memprihatinkan. Upaya untuk mengampanyekan kebersihan mulai marak disuarakan komunitas pendaki.

Berbeda dari upaya melestarikan gunung, pernyataan dari salah satu pengguna Facebook ini justru memprihatinkan. Seakan membela diri, pemilik akun bernama Wahyu Martien ini malah mengeluh uang masuk yang mahal serta tak mau disalahkan soal buang sampah sembarangan.

"Ticket ke Semeru per harinya Rp 22.500 x 500 orang per hari. Pendapatan bersih Rp 11.250.000 per hari. Berapa banyak uang yang didapatkan petugas setiap hari. JADI JANGAN SALAHKAN kita kalau ke sana BUANG sampah sembarangan di sana. Karena kita bayar ongkos PETUGAS KEBERSIHANNYA MAHAL. Belum lagi di Perdaya naik jeb nya yang MAHAL @Semeru," demikian dikutip dari akun Wahyu Martien, Jumat (5/6).

Secara terang-terangan, Wahyu menyebut para pendaki sudah diperas secara perlahan oleh pengelola Gunung Semeru. Tak hanya itu, dia menyarankan agar biaya masuk tidak mahal jika tidak mau dikotori.

"Gak gelem (mau) dikotori jangan mahal masuknya. Ini naik gunung bukan ke wahana permainan."

pendaki buang sampah

Komentar nyeleneh tersebut lantas dibully oleh para pendaki gunung. Mereka menilai postingan Wahyu sebagai sampah.

"Ini bukan persoalan seberapa besar rupiah yang sudah para pendaki keluarkan tapi lebih mengedepankan seberapa besar kepekaan kita akan tetap lestarinya alam ini. Meski sudah ada petugas kebersihan bukan berarti para pendaki bisa seenaknya aja buang sampah sembarangan di gunung. Mari sama-sama menjadi pendaki yang cerdas, pendaki yang berakal dan pendaki yang selalu menjaga lestarinya alam ini."

Komentar ini lantas mendapatkan banyak tanggapan dari para pendaki lainnya.

"Kalau enggak mau ke Semeru karena bayar mahal, enggak usah naik semeru, gitu aja kok repot," sahut Bara.

"Mahal murah tetap aja nyampah. Mental dan sikap yang meski disadarkan buat pendaki yang membuang sampah sembarangan," tulis Budi menanggapi.

"Ep 22.500 mahal. Menang di wahana permainan berapa? Anakku aja mandi bola Rp 25.000. Tuh yang buat anak-anak. Lo di wahana permainan yang all age lebih mahal lagi lah. Ke water park Rp 55 ribu cuma mainan air. Yang lengkap Studio Trans itu di Bandung Rp 250 ribu 1 orang tuh waktu launching-nya. Sekarang enggak tahu. Naik gunung kok disamain sama ke wahana permainan? Ngelu wong iki," keluh Chie. [tyo]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini