Pencurian timah bikin pagar Bandara Depati Amir sering roboh

Jumat, 30 September 2016 08:06 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Pencurian timah bikin pagar Bandara Depati Amir sering roboh Galian timah di sekitar Bandara Depati Amir. ©2016 Merdeka.com/Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Pangkal Pinang dikenal sebagai salah kota penghasil timah terbesar di Indonesia. Hampir seluruh daratan di kawasan tersebut kaya akan timah. Salah satu lokasinya yakni Bandara Depati Amir.

Pantauan merdeka.com, Jumat (30/9), di sekitar bandara banyak lubang-lubang hasil penambangan logam tersebut. Truk-truk besar lalu lalang membawa timah untuk dibawa ke pabrik untuk diolah.

Jika dilihat dari jalur udara, lubang-lubang besar hasil galian terlihat mengitari bandara tersebut. Ternyata, penambangan tersebut tidak hanya dilakukan oleh korporasi tetapi juga warga setempat.

Warga setempat memanfaatkan timah sebagai salah satu lahan mengais rupiah meski cara yang dipakai diduga ilegal. Tak sedikit yang menggunakan cara konvensional dengan menggali tanah di sekitar area bandara.

Pelaksana Tugas General Manager Airnav Indonesia Pangkal Pinang, Wawan Winarto mengatakan aktivitas penambangan yang dilakukan warga tak jarang mengganggu aktivitas penerbangan. Wawan menyebut galian tambang tersebut membuat pagar-pagar pembatas bandara roboh.

"Saking banyaknya banyak orang nyuri timah pagar-pagar bandara sampai roboh. Kita kejar datang lagi, kita kejar datang lagi," kata Wawan di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Kamis (29/9).

tower atc bandara depati amir pangkal pinang

Menurutnya, banyaknya kandungan timah di sekitar membuat warga berbondong-bondong membuka galian. Ancaman kerusakan lingkungan pun dihadapi Airnav dan Angaksa Pura.

"Kerepotan Angkasa Pura ancaman kerusakan lingkungan," terangnya.

Bahkan, Wawan mengklaim jika logam yang tersimpan di bawah bandara peninggalan Jepang itu dikeruk, keuntungan yang dihasilkan bisa membuat bandara sekelas Changi di Singapura.

"Kalau bandara ini dikeruk semua, 150 hektar dikeruk semua hasil timahnya bisa buat bangun bandara Changi. Karena untuk lahan yang sudah tereksplore ilegal," tuturnya. [tyo]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini