Penculikan aktivis 1998, apa kabar mereka yang kembali?

Sabtu, 17 Mei 2014 05:30 Reporter : Laurencius Simanjuntak
Penculikan aktivis 1998, apa kabar mereka yang kembali? Penculikan aktivis 98. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Enam belas tahun silam, masa yang gelap itu datang sebelum fajar reformasi bersinar. Sejumlah aktivis pro-demokrasi dihilangkan paksa oleh alat-alat negara menjelang pelaksanaan Pemilu 1997 dan Sidang Umum MPR 1998.

Selama periode itu, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mencatat 23 orang telah dihilangkan. Dari jumlah itu, satu orang ditemukan meninggal (Leonardus Gilang), 9 orang dilepaskan penculiknya dan 13 lainnya masih hilang hingga hari ini.

Mereka yang belum kembali adalah Wiji Thukul, Petrus Bima Anugrah, Herman Hendrawan, Suyat, Yani Afri, Sonny, Dedi Hamdun, Noval Al Katiri, Ismail, Ucok Siahaan, Hendra Hambali, Yadin Muhidin dan Abdun Nasser.

Di antara rekan-rekannya yang tak jelas rimbanya itu, 9 aktivis yang lain sudah dilepas pada 1998. Mereka yang kini sudah menjadi manusia bebas yakni Desmond Junaidi Mahesa, Haryanto Taslam, Pius Lustrilanang, Faisol Riza, Rahardjo Walujo Djati, Nezar Patria, Aan Rusdianto, Mugiyanto dan Andi Arief.

Akibat kasus penghilangan 9 aktivis ini, 11 aggota Tim Mawar sebutan untuk tim kecil Kopassus Grup IV sudah dihukum dan dipecat dari militer lewat proses di Mahkamah Militer. Letjen Prabowo Subianto, yang menjadi Danjen Kopassus saat peristiwa itu terjadi pun sudah dicopot dari militer atas keputusan Dewan Kehormatan Perwira (DKP).

Setelah 16 tahun berlalu, 9 aktivis itu kini tersebar di sejumlah bidang. Ada yang menjadi politikus, staf ahli petinggi negeri dan ada juga yang tetap berjuang di jalur aktivisme. Apa kabar mereka kini?

Hari ini, masih di bulan Mei, merdeka.com akan menyajikan kabar dari 9 aktivis yang pernah diculik dan kini sudah kembali. Beberapa dilakukan melalui metode wawancara, riset atau keduanya sekaligus.

Ini dilakukan semata-mata demi mengingatkan bahwa masih ada 13 rekan mereka yang masih belum jelas nasibnya hingga kini, setelah 16 tahun berlalu. Selamat membaca. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini