Pencopotan Komjen Budi Waseso menyisakan banyak cerita

Selasa, 8 September 2015 10:48 Reporter : Iqbal Fadil
Pencopotan Komjen Budi Waseso menyisakan banyak cerita Sertijab BNN. ©2015 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Isyarat pencopotan Budi Waseso muncul dari Menko Polhukam Luhut Panjaitan yang menyebut penegakan hukum tidak boleh dilakukan dengan membuat kegaduhan yang menghambat perekonomian. Namun, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan tidak ada pergantian Kabareskrim.

Meski begitu, pencopotan Waseso akhirnya terjadi. Kapolri sempat bingung mencari siapa pengganti Waseso karena dia tidak ingin membuat ada jenderal bintang tiga di Mabes Polri yang menganggur, karena masa pensiun Waseso masih lama.

Awalnya, nama Irjen Saud Usman Nasution yang menjadi kandidat. Namun karena Saud akan memasuki masa pensiun dalam lima bulan lagi, pilihan beralih ke Komjen Suhardi Alius. Sayangnya, mantan Kabareskrim itu dicoret karena kondisinya yang sedang sakit. Akhirnya, pilihan jatuh ke Komjen Anang Iskandar yang sudah tiga tahun menjabat kepala BNN. 'Tukar guling' jabatan pun terjadi dan pelantikan keduanya dilakukan Senin (7/9) kemarin.

"Bintang tiga lain yang kompetensi Bareskrim hanya tiga, Anang, Saud Usman dan Suhardi Alius. Suhardi sakit, Saud lebih singkat masanya daripada Anang. Jadi jatuhnya ke Anang. Sudah pilihan yang tepat," kata Badrodin usai Sertijab di Mabes Polri, Senin (7/9).

Di tengah pencopotan ini, muncul isu peran Jusuf Kalla sebagai orang yang menginginkan pencopotan Waseso. Sumber merdeka.com di lingkungan Istana menyebutkan bila pergantian Budi Waseso dilakukan saat last minute. Pencopotan Waseso sebenarnya tidak direncanakan sebelumnya.

"Bahwa memang pergantian Buwas itu last minute, tidak ada rencana sebelumnya. Faktornya memang karena kasus Pelindo II," kata sumber tersebut, Jakarta, Senin (7/9).

Menurut dia, Wakil Presiden Jusuf Kalla marah ketika Bareskrim melakukan penggeledahan di kantor dan ruangan Direktur Pelindo II RJ Lino. Hal itu kemudian mengakibatkan JK menelepon Budi Waseso untuk menanyakan soal kasus tersebut.

"Karena kasus Pelindo II itulah yang membuat Wapres marah. Presiden juga kurang berkenan atas cara-cara Bareskrim," jelasnya.

Atas dasar itulah Komjen Pol Budi Waseso dimutasi dari jabatannya sebagai Kabareskrim. Pergantian ini dilakukan dengan mendesak sehingga prosesnya juga tidak biasa. "Tapi karena memang ini bukan proses yang biasa atau proses yang melalui prosedur, maka keputusan ini memang ada yang menabrak prosedur juga. Buwas ditempatkan di BNN tanpa melalui TPA. Padahal harusnya sesuai prosedur melalui TPA terlebih dahulu," tutupnya. [bal] SELANJUTNYA SEBELUMNYA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini