Pencarian korban KM Sinar Bangun kembali diperpanjang

Kamis, 28 Juni 2018 10:44 Reporter : Yan Muhardiansyah
Pencarian korban KM Sinar Bangun kembali diperpanjang Pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba. ©REUTERS/Beawiharta

Merdeka.com - Basarnas kembali memperpanjang waktu pencarian korban penumpang dan bangkai KM Sinar Bangun, yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (18/6). Operasi diperpanjang hingga Sabtu (30/6) mendatang.

"Ini proses perpanjangan yang kedua. Ini pencarian hari ke-11. Operasi perpanjangan ditetapkan sore kemarin pukul 18.00 Wib dari Kepala Basarnas, Pak Muhammad Syaugi, menyatakan perpanjangan yang kedua dari tanggal 28 hingga 30 Juni," kata Budiawan Kepala Kantor SAR Medan, Kamis (28/6).

Pada pencarian hari ke-11 ini, hujan deras sempat melanda kawasan perairan Danau Toba mulai pukul 06.00 Wib. Cuaca buruk itu membuat tun SAR gabungab harus memulai operasi pada pukul 08.00 Wib.

Tim SAR gabungan masih menggunakan alat Remotely Operated Vehicle (ROV) dan pukat harimau pada pencarian hari ini.

"Cuaca sudah bagus. Sudah cerah, jadi kami bergerak pukul 08.00 Wib menggunakan alat ROV, dan menggunakan pukat harimau. Ada dua kapal KMP Sumut I, dan KMP Sumut II untuk memakai pukat harimau di dua target yang kita temukan kemarin," sebut Budiawan.

Sejumlah cara sudah dipakai tim SAR gabungan untuk menemukan dan mengangkat bangkai KM Sinar Bangun yang diduga berada di kedalaman 490 meter. Penggunaan ROV dan pukat harimau diharapkan dapat membuahkan hasil.

"Kita harapkan saja mudah-mudahan maksimal alat ini ROV dan pukat harimau," ujar Budiawan.

Sementara pencarian korban terus dilakukan di permukaan danau. Tim SAR gabungan menggunakan perahu karet untuk penyisiran. Sementara 3 unit helikopter, milik Basarnas, Polri, dan dari Kabupaten Simalungun, dikerahkan untuk menyisir dan memantau lokasi pencarian dari udara.

Sekitar 300 personel diterjunkan pada proses pencarian hari ini. Sebagian untuk mengoperasian pukat harimau.

"Banyak untuk menggunakan pukat harimau. Kita juga dapat bantuan relawan dari Pemkab Samosir, 50 personel. Kekuatan kita harus ditambah karena alat pukat harus banyak yang menariknya," tutup Budiawan.

Seperti diberitakan, KM Sinar Bangun tenggelam dalam pelayaran dari Simanindo, Samosir, menuju Tigaras, Simalungun, Senin (18/6) sore. Kapal itu diperkirakan membawa sekitat 200 penumpang dan puluhan sepeda motor.

Sesuai data dari Basarnas, 24 orang telah ditemukan. Sebanyak 21 orang dinyatakan selamat, sedangkan 3 penumpang ditemukan meninggal dunia. Sementara 164 orang lainnya masih hilang. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini