Penampungan Ilegal Calon Pekerja Migran di Cirebon Digerebek

Minggu, 18 Oktober 2020 11:02 Reporter : Lia Harahap
Penampungan Ilegal Calon Pekerja Migran di Cirebon Digerebek Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat menggerebek. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggerebek penampungan calon pekerja migran Indonesia (PMI) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Tempat itu diduga didirikan secara ilegal.

"Penampungan yang kami temukan ini jelas tidak resmi atau ilegal, karena perseorangan tidak boleh melakukan penampungan kepada calon pekerja migran," kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani di Cirebon. Demikian dikutip dari Antara, Minggu (18/9).

Menurutnya, penggerebekan tersebut dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) yang menemukan adanya penampungan ilegal.

Penampungan itu terletak di tiga rumah di Perumahan Roro Cantik Plumbon, Desa Karangasem dan Perumahan Kejuden, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Benny mengatakan bahwa penampungan ilegal tersebut sangat tidak layak dihuni oleh anak bangsa, karena dalam satu rumah yang sempit dan kotor harus ditempati oleh puluhan orang.

"Dari tiga lokasi ada 26 orang yang ditampung dan dijanjikan akan diberangkatkan ke luar negeri," ujarnya.

Dari hasil wawancara sementara, kata Benny, pihaknya akan membawa enam orang korban atau calon pekerja migran yang telah lama berada di tempat tersebut.

"Kita bawa enam orang yang sudah dijanjikan satu tahun lamanya akan berangkat ke luar negeri," katanya.

Dalam penggerebekan tersebut puluhan calon pekerja migran ditempatkan di rumah yang memang sangat sempit dan kotor.

"Tempat penampungan ini tidak layak dan tidak manusiawi. Mereka rata-rata diminta Rp40 juta sampai Rp50 juta itu baru sementara," jelas Benny. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. TKI
  3. Ragam Konten
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini