Penampilan Badut Hibur Anak-Anak di Pengungsian Erupsi Semeru
Merdeka.com - Herry Pratama (25) keseharian sebagai seorang master ceremony (MC) dan penghibur anak-anak lewat seni pertunjukan badut. Secara profesional, kerap diundang di berbagai even anak-anak di Jember, Jawa Timur.
Pria bertubuh subur ini pun terpanggil untuk menghibur anak-anak di pengungsian erupsi Gunung Semeru. Secara pribadi, mendatangi lokasi pengungsian untuk berkontribusi sesuai keahlian yang dimilikinya yakni menghibur anak-anak.
"Panggilan pribadi, awalnya bingung ke mana kalau mau ikut menghibur adik-adik ini. Kemarin pas hari H kejadian, posisi sedang show di sebuah tempat. Merasa terpanggil, bisa menghibur adik-adik di sini, baru sekarang ini," ungkap Herry Pratama di Tempat Pengungsian, Lapangan Penanggal, Candipuro, Lumajang.
Badut Herry merasa terpanggil karena selama ini memang hidup dan dekat di lingkungan anak-anak. Sehingga dengan kemampuan yang dimiliki sengaja datang dan menawarkan diri ke lokasi pengungsian.
"Jadi kebetulan rekan saya ini juga memberi jalan, jadi alhamdulillah dapat terealisasi," tegas Herry yang masih mengenakan kostum badutnya.
Selama di tenda pengungsian, Herry mengajak anak-anak bermain dan tertawa dengan berbagai sarana yang sudah disiapkan. Ia bercerita dan berdialog bersama anak-anak, di mana di sela-sela cerita menunjukkan permainan sulap dan bernyanyi.
"Kita datang menghibur anak-anak, istilahnya memberikan semangat kembali biar mereka itu tidak takut lagi, lebih ceria lagi seperti semula," ungkapnya.
Kemunculan Herry di pengungsian mendapatkan sambutan meriah dari anak-anak. Mereka terlihat begitu dekat lewat gurauan-gurauan maupun ajakan ngobrol di depan lingkaran panggung.
"Jadi yang pertama pastinya kita memang harus dekat dengan anak-anak. Kita akan lebih mengerti posisinya mereka, mengerti keluh kesahnya. Kita akan lebih mengerti kalau kita lebih dekat dengan anak-anak," jelas Herry.
Selama tampil Herry mengaku lebih banyak ngobrol dan mendengarkan ceritakan dari anak-anak. Apapun ceritanya didengarkan sebelum nanti diberikan feedback yang membahagiakan hati anak-anak.
"Kalau saya pribadi melihat masih ada rasa takut, mungkin trauma yang kemarin, masih ada yang jelas, tetapi itu tantangan kita untuk tetap mengajak mereka tertawa," ungkapnya.
Herry mengaku akan meluangkan waktu untuk anak-anak di pengungsian jika memang kehadirannya masih diharapkan anak-anak. Justru sebuah kebahagiaan, jika profesinya selama ini dapat berguna dan menolong orang lain.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya