Pemrov DKI diminta beri sanksi tegas toko penjual minuman keras

Jumat, 13 September 2013 14:43 Reporter : Islahudin
Pemrov DKI diminta beri sanksi tegas toko penjual minuman keras miras. joyfull / Shutterstock.com

Merdeka.com - Selain usul pembuatan aturan yang memperketat penjualan minuman keras kepada remaja di bawah 21 tahun, Gerakan Nasional Anti Miras (Genam) juga meminta pemberian sanksi tegas kepada gerai atau toko yang lalai masih menjual minuman haram itu.

Seperti dikatakan Ketua Gerakan Nasional Anti Miras (Genam) Fahira Idris. Dia meminta usulan itu dijadikan peraturan daerah (Perda) atau dalam bentuk SK Gubernur Jakarta. Aturan itu kemudian disosialisasikan kepada masyarakat, dan diterapkan dengan tegas.

"Kita ke sini bukan bilang tutup pabrik miras. PT Bir Delta Jakarta juga punya Pemda juga. Produsen harus bertanggung jawab bukan hanya penjualan saja. Selama ini produsen dan agennya tidak pernah memberikan edukasi kepada konsumennya kalau itu adalah minuman untuk usia di atas 21 tahun," kata Fahira seusai menemui Ahok di balai kota pada Jumat (13/9).

Dalam keterangannya kepada wartawan, Fahira mengaku sudah turun ke lapangan melihat kemudahan membeli miras di beberapa minimarket di Jakarta. Bahkan dia mengklaim sudah melakukan kerja sama dengan pihak penjual minuman beralkohol, itu agar diadakan pengetatan penjualan.

"Kami sudah bergerak sejak awal 2013. Kita sudah datangi supermarket yang jual alkohol di Jakarta dan Jawa Barat, tapi dari pertemuan itu hanya pada pembuatan Id zone. Tapi pada pelaksanaannya, stiker larangannya ada tapi pelaksanaannya gak ada. Kita ada bukti dalam bentuk hidden kamera," ujar Fahira lebih lanjut.

Tak sampai di situ, Fahira juga akan menemui dan mendesak DPRD DKI Jakarta agar melarang minimarket menjual minuman beralkohol.

"Sebaiknya minimarket itu tidak boleh jualan minuman keras, karena saat ini di Jakarta penjualan alkohol jaraknya sudah tiap satu meter selalu ada. Itu bentuk degradasi bangsa juga sih dampaknya," kata Fahira lebih lanjut.

Saat ditanya wartawan apakah aturan itu jaminan menghilangkan minuman beralkohol di Jakarta, Fahira mengaku, tidak sepenuhnya akan bisa terlaksana. "Tapi menekan jumlah penjualan, iya. Tolong dipahami, ini aturan bukan untuk umum, tapi untuk umur-umur tertentu saja yang tidak diperbolehkan," kata Fahira lebih lanjut.

Mengomentari pandangan Fahira, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahok setuju dengan usulan itu. Dia berharap ada pengetatan penjualan minuman beralkohol untuk remaja 21 tahun ke bawah.

"Kita bukan anti miras, hanya pengendaliannya saja. Jangan sampai anak umur di bawah 21 tahun seenaknya bisa beli alkohol dan toko jangan menaruh minuman seenaknya juga," kata Ahok.

Saat ditanyai mengenai penutupan atau pelarangan gerai atau supermarket yang menjual minuman beralkohol, Ahok menolak bagian usulan itu. Menurut dia hal itu tidak bisa dilakukan karena sudah ada aturannya. [mtf]

Topik berita Terkait:
  1. Miras
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini