Pemprov Maluku Nilai Kebijakan Jokowi Bantu Daerah Kembangkan Potensi Generasi Muda

Jumat, 13 Mei 2022 13:41 Reporter : Ya'cob Billiocta
Pemprov Maluku Nilai Kebijakan Jokowi Bantu Daerah Kembangkan Potensi Generasi Muda Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Ilham Tauda. Istimewa

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai memberikan komitmen penuh dalam upaya mengembangkan potensi yang dimiliki generasi muda atau milenial Tanah Air. Langkah Jokowi ini turut mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda).

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Ilham Tauda menyampaikan, komitmen Jokowi dalam mendorong perkembangan potensi muda begitu tinggi. Khususnya, kata dia, bagi para pemuda yang ada di daerah.

Dia mengatakan langkah Jokowi dengan selalu melibatkan milenial menjadi keputusan yang tepat. Sebab hal tersebut menimbulkan dampak positif salah satunya mampu membangkitkan perekonomian masyarakat.

Terlebih, lanjut dia, Pemda yang menjadi kepanjangan tangan dari Pemerintah Pusat memiliki koneksi yang bisa langsung saling terhubung. Dengan begitu setiap instruksi maupun informasi dapat tersalurkan dengan lancar.

"Tepat sekali, jadi kita pemerintah daerah menjadi bagian dari pemerintah pusat juga merespons dan mendukung sepenuhnya untuk mengembangkan sebagai generasi muda yang sangat potensial," ujar Ilham di Ambon, Maluku, Jumat (13/5).

Ilham menambahkan, setiap kebijakan pengembangan kompetensi generasi milenial selaras dengan visi Pemda. Karenanya, dia memastikan, dukungan penuh akan selalu diberikan terhadap setiap program Jokowi yang diperuntukkan bagi generasi milenial.

"Tentunya difasilitasi dan disiapkan pemerintah daerah dan perangkat daerah," tambah Ilham.

Menurut dia langkah yang telah diambil Jokowi patut mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat. Sebab nantinya akan ikut berimbas pada kemajuan bangsa di masa depan.

"Ini terobosan yang sangat luat biasa dan patut diapresiasi. Karena disadari bahwa kaum milenial ini memiliki potensi yang sangat besar dan ini harus difasilitasi disiapkan untuk kemajuan Indonesia," pungkas Ilham.

Sebelumnya, Jokowi menyebut komposisi generasi milenial dan generasi Z (Gen Z) semakin dominan. Hal itu terlihat dari total 270 juta jiwa penduduk di Indonesia, generasi milenial mencapai 69 juta jiwa sedangkan generasi z mencapai 75 juta jiwa.

"Ini jumlah yang luar biasa besar, komposisi generasi milenial dan generasi z kita semakin dominan, menjadi penentu yang sangat menentukan energi kemajuan bangsa kita," kata Jokowi saat membuka Pekan Milenial Naik Kelas 2022 dalam siaran virtual, Selasa (5/4).

Jokowi menuturkan, generasi milenial dan z perlu didukung untuk mendapatkan bekal, sehingga mampu mengoptimalkan masa produktifnya. Dia menilai mereka harus memiliki tiga kemampuan. Pertama yaitu melek finansial, berwirausaha dan menguasai keahlian digital.

"Harus melek finansial, berwirausaha, mudah beradaptasi dengan teknologi digital, tapi tetap mempunyai kepedulian sosial yang tinggi," bebernya.

Dia menuturkan mereka harus memiliki potensi melek finansial agar kaum muda memiliki perencanaan keuangan. Dengan adanya hal itu, mereka kata Jokowi mampu menyeimbangkan antara konsumsi dan investasi.

Jokowi mengungkapkan pemerintah juga mendukung kaum milenial agar berwirausaha. Salah satunya melalui program Kartu Prakerja. Dia menuturkan dengan menjadi seorang wirausaha tidak menggantungkan diri kepada lapangan kerja tetapi bisa menciptakan lapangan kerja untuk membantu masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan.

Tak lupa, Jokowi juga mengingatkan agar para generasi milenial dan generasi z terus mengembangkan keahlian masa depan (future-skills). Memiliki kepercayaan yang tinggi dan siap berkompetisi dengan talenta global.

"Mahir berwirausaha juga semakin penting, menyenangkan dan menantang. Kita membutuhkan wirausaha akan semakin maju sebagai karakter muda yang semangat, kreatif dan berani mengambil resiko," bebernya.

Sedangkan di sektor pertanian, Jokowi ingin petani menjadi profesi yang menjanjikan dan mensejahterakan. Oleh karena itu, dia berharap para generasi muda bercita-cita sebagai petani.

Hal ini lantaran saat ini dari total petani Indonesia sebanyak 71 persen berusia 45 tahun ke atas. Sedangkan yang di bawah 45 tahun sebanyak 29 persen. [cob]

Baca juga:
LPKR Incar Milenial Sebagai Pasar Properti Terbesar Saat ini
Pentingnya Inklusi Keuangan Bagi Perempuan, Milenial dan UMKM
Bertemu Milenial Bali, Ganjar Cerita Pernah Diolok-olok Masuk Parpol saat Muda
Dampak Positif dan Negatif dari Job-Hopping, Milenial Musti Tahu
MenkumHAM Ajak Generasi Z Kembangkan Pemikiran Inovatif, Energik dan Kreatif
Kisah Milenial Ngawi Bisnis Fesyen Kain Tradisional, Diminati Pasar Amerika dan Eropa

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini