Pemprov Jabar Tidak Beri Pendampingan 9 Warganya Usai Dikarantina di Natuna

Jumat, 14 Februari 2020 18:11 Reporter : Aksara Bebey
Pemprov Jabar Tidak Beri Pendampingan 9 Warganya Usai Dikarantina di Natuna Marinir Berikan Semangat Ratusan WNI di Natuna. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Sembilan warga Jawa Barat bersama satu warga negara asing (WNA) yang dikarantina di Pulau Natuna dinyatakan negatif Corona (covid-19). Pemerintah Provinsi Jabar mempersiapkan kepulangan dan penjemputan mereka yang dijadwalkan dilakukan pada Sabtu (15/2).

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersyukur warga yang dikarantina di Natuna dinyatakan negatif terpapar covid-19. Namun, ia meminta dinas yang bersangkutan tetap waspada.

"Jabar kan enam rumah sakit sudah disiapkan ruang isolasi, bantu media lawan hoaksnya aja yang meresahkan kalaupun ada (yang positif), pemerintah paling depan menanggulanginya," ucap dia kepada wartawan di Bandung, Jumat (14/2).

"Mereka kan sudah gede-gede, enggak usah pendampingan. Tapi kita monitor juga jangan-jangan setelah pulang (dari Natuna) ada gejala," pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jabar Berli Hamdani mengatakan, warga jabar tersebut termasuk dari 238 WNI dari Wuhan, China dikarantina di hanggar Natuna selama dua pekan. Mereka dipulangkan dari Natuna ke Bandara Halim Perdanakusuma sebelum dilakukan penjemputan olah pemerintah daerah masing-masing.

"Rencananya pemulangan sembilan orang WNI dan satu WNA dipulangkan ke Jabar besok. Sesampainya di Halim, Menkes serahkan WNI ke Pemda masing-masing. Sementara ini teknisnya pemulangan langsung ditangani Menlu (Kementerian Luar Negeri) bekerja sama dengan Imigrasi," terang Berli.

Dinkes tidak akan melakukan karantina kembali karena semua prosedur pemeriksaan sudah dilakukan di Pulau Natuna. Hanya saja, Kementerian Kesehatan memerintahkan semua pemerintah daerah melakukan pemantauan selama beberapa minggu ke depan.

Saat ini Berli menyatakan masih melakukan pendataan asal kota dari warga Jabar yang sudah pulang dari Natuna tersebut.

"Yang dari Natuna ini yang lebih terjamin (hasil kesehatannya). Dari Jabar kita hanya menerima di Halim setelah itu pulang ke daerah masing-masing. Dari sembilan orang enggak begitu hapal (asal mana) tapi ada dari Tasik. Dari Bandung kalau tidak salah ada," ucap dia. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini