Pemprov DKI ajak guru kampanyekan bahaya AIDS

Rabu, 23 Oktober 2013 11:10 Reporter : Nurul Julaikah
Pemprov DKI ajak guru kampanyekan bahaya AIDS Ilustrasi HIV. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan berdayakan remaja dan guru untuk menjadi agen penyebar informasi tentang HIV/AIDS. Saat ini DKI Jakarta merupakan kota tertinggi yang warganya mengidap penyakit HIV AIDS.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, pada 2011-2013, sekitar 83 persen kasus HIV berada di usia 25-44 tahun. Artinya, penularan mulai terjadi antara 5-10 tahun ke belakang di usia itu.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui komisi penanggulangan AIDS provinsi (KPAP) DKI Jakarta dengan SKP terkait melakukan pelatihan pemahaman HIV dan AIDS atau diberi nama Training of Facilitator Participatory Action Research (Tof PAR) pemahaman komprehensif HIV dan AIDS," ujar Sekretaris KPAP DKI Jakarta, Rohana Manggala dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/10).

Pelaksanaan Tof PAR pemahaman komprehensif HIV AIDS 2013 dilaksanakan tiga angkatan. Angkatan pertama adalah Tof PAR untuk masyarakat umum sebanyak 85 orang dilaksanakan 23-25 Oktober 2013. 85 Orang tersebut antara lain dari unsur perwakilan remaja 6 orang, agama sebanyak 45 orang, remaja karang taruna sebanyak 20 orang, serta remaja pendidikan nonformal-informal sebanyak 20 orang.

Angkatan kedua adalah Tof PAR peserta didik tingkat sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) yang diwakili 2 siswa (laki-laki dan perempuan) tiap sekolah untuk 40 sekolah di DKI Jakarta. Angkatan ketiga adalah Guru Bimbingan penyuluh yang diwakili dua guru tiap sekolah dari 40 sekolah di DKI Jakarta.

Dari kegiatan ini, KPAP DKI Jakarta menargetkan alumni peserta lebih mengetahui dan memahami HIV dan AIDS secara komprehensif. Selain itu, diharapkan materi HIV dan AIDS yang diberikan dapat masuk ke dalam kurikulum sekolah.

"Termasuk menjadi bahasan dalam agenda kegiatan kemasyarakatan," ucapnya.

Selanjutnya, secara simultan, Rohana meminta semua alumni dapat memberi informasi tentang HIV dan AIDS dari mulut ke mulut secara individu maupun kelompok di lingkungan sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial lainnya. "Ketiga, Dinas Pendidikan dan SKPD lainnya di bawah koordinasi KPAP dapat memonitor dan mengevaluasi kegiatan ini pertiga bulan sebagai bagian dari rencana tindak lanjut," terangnya. [has]

Topik berita Terkait:
  1. DKI Jakarta
  2. Hiv/aids
  3. Pemprov DKI
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini