Pemkot Surabaya Siapkan Gedung Isolasi Bagi Pasien ODP Virus Corona

Senin, 23 Maret 2020 09:01 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Pemkot Surabaya Siapkan Gedung Isolasi Bagi Pasien ODP Virus Corona Rumah sakit karantina pasein corona. ©2020 AFP PHOTO/CHAIDEER MAHYUDDIN

Merdeka.com - Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan gedung isolasi bagi orang dalam pemantauan (ODP) yang mengalami gejala ringan virus corona atau COVID-19. Langkah ini merupakan upaya meminimalkan risiko penularan virus tersebut.

Koordinator Penerapan Protokol Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan Pemerintah Kota menyiapkan gedung isolasi dengan 30 tempat tidur di kawasan Surabaya Selatan.

"Gedung isolasi ini kita buat memang kalau untuk gejala COVID-19 yang ringan-ringan, tidak ada sesak, tidak ada demam, kita taruh dalam ruang isolasi itu," kata Febria di Surabaya dilansir, Senin (23/3).

"Khusus ODP nanti kalau agak demam sedikit ditaruh ke situ. Begitu dia gejala berat, baru diisolasi ke rumah sakit," ia menambahkan.

Febria menjelaskan bahwa akan ada tim dokter penyakit infeksi emerging dan re-emerging (pinere) yang memeriksa ODP dan menentukan apakah ODP tersebut butuh diisolasi di gedung isolasi.

"Tim pinere akan merekomendasikan kapan pasien isolasi mandiri, kapan isolasi di gedung tersebut. Kami siapkan ada 30 tempat tidur," ujarnya.

ODP yang membutuhkan perawatan di gedung isolasi, menurut dia, kondisinya akan dipantau dari dekat oleh petugas medis. Dia menjelaskan, sebetulnya pasien ODP baik bisa melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Petugas puskesmas setempat, menurut dia, akan memantau ODP yang menjalani isolasi mandiri selama 14 hari sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

"Tetap dilakukan pantauan 14 hari dari puskesmas. Puskesmas setiap pagi melihat, kemudian itu nanti sampai 14 hari lewat, artinya sudah hilang virusnya," kata Febria.

1 dari 1 halaman

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya itu menyebut isolasi di rumah sakit hanya dilakukan pada pasien yang mengalami gejala serupa COVID-19 seperti sesak napas ringan.

Di Surabaya, ada 15 rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 yang memiliki ruang isolasi khusus, termasuk RSUD dr. Soetomo Surabaya yang punya delapan ruang isolasi khusus, RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya dengan satu ruang isolasi khusus, dan RSUD Soewandhie dengan dua ruang isolasi khusus.

"Tetapi kemarin RSUD Soewandhie direnovasi, selesainya minggu depan," katanya. [ray]

Baca juga:
Pemprov Papua Pesan 226 Ribu Chloroquine untuk Obati Pasien Corona
Satpol PP Minta Warkop & Cafe di Banda Aceh Tutup Sementara untuk Cegah Corona
Antisipasi Penyebaran Corona, Pemprov DKI Tunda Operasi Pasar Murah
Seorang Pasien Positif Corona di Batam Meninggal Dunia
Dinkes Minta Orang yang Kontak dengan Kajari Bantul untuk Mengisolasi Diri

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini