Pemkot Surabaya Klaim Kasus Covid-19 Terkendali Usai Lebaran

Selasa, 1 Juni 2021 11:23 Reporter : Fikri Faqih
Pemkot Surabaya Klaim Kasus Covid-19 Terkendali Usai Lebaran Tes swab antigen usai libur Lebaran di Bekasi. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyatakan kasus konfirmasi positif Covid-19 usai libur Lebaran 2021 masih terkendali meski ada kenaikan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, dalam sehari tercatat ada 20 hingga 21 kasus Covid-19 pascalibur Lebaran. Sedangkan sebelum Lebaran, tercatat ada 16 kasus.

"Positivity rate, 5 persen ke bawah. Kalau kenaikan ada, tapi masih terkendali. Yang biasanya sehari itu 16 (kasus), sekarang bisa 20 sampai 21 kasus baru se-Surabaya," katanya di Surabaya, Selasa (1/6).

Menurutnya, kenaikan kasus Covid-19 ini terjadi H+14 pascalibur Lebaran. Meski ada kenaikan kasus Covid-19, Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit di Surabaya tetap terkendali.

Dinkes Surabaya mencatat BOR di RS saat ini sekitar 14 persen. "Sebelum Lebaran, BOR di RS sekitar 13 persen, sedangkan pasca-Lebaran sekitar 14 persen," jelasnya seperti dilansir dari Antara.

Febria menjelaskan ditemukannya kasus Covid-19 ini berkat masifnya tracing yang dilakukan petugas Puskesmas bersama Satgas Covid-19 di kelurahan. Ketika banyak ditemukan kontak erat, kasus Covid-19 di Surabaya bisa semakin terkendali.

"Jadi, begitu kami menemukan satu (kasus) melalui tes usap, langsung dilakukan tracing. Karena semakin banyak ditemukan kontak erat, Insya Allah semakin terkendali," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, Pemkot Surabaya terus memasifkan kegiatan tes usap massal di 31 kecamatan. Sebab, prinsip dari penanganan pandemi Covid-19 adalah melalui testing, tracing dan treatment. "Tes usap massal juga terus dilakukan," tutupnya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini