Pemkot Solo Tetap Jadikan Area City Walk untuk Lahan Parkir Meski Ada Penolakan

Selasa, 3 Desember 2019 12:14 Reporter : Arie Sunaryo
Pemkot Solo Tetap Jadikan Area City Walk untuk Lahan Parkir Meski Ada Penolakan Area City Walk di sekitar rumah dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan tetap menjadikan area pedestrian city walk di Jalan Slamet Riyadi sisi selatan sebagai tempat parkir mobil dan motor. Keputusan ini diambil meski sempat mendapatkan penolakan dari berbagai kalangan.

Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo (Rudy) mengatakan rencana tersebut sudah mendapatkan persetujuan dari para pemangku kepentingan di jalur utama tersebut.

Berdasarkan kajian Pemkot, ruang parkir di city walk Jalan Slamet Riyadi mampu menampung 1.344 Sepeda motor dan 143 Mobil. Seluruh area parkir tersebut tersebar di 6 segmen. Mulai dari persimpangan Purwosari hingga kawasan bundaran Gladag.

Menurut Rudy, lahan parkir mobil bisa direalisasikan di segmen 1 hingga simpang 3. Mulai di persimpangan Purwosari hingga persimpangan Ngapeman. Sedangkan untuk area parkir sepeda motor seluruh segmen bisa digunakan.

"Paving block di city walk bisa digunakan semua, bisa menahan beban kendaraan roda dua dan empat. Tapi jangan untuk parkir truk besar," ujar Rudy, Selasa (3/12).

1 dari 2 halaman

Tak Bakal Ganggu Pejalan Kaki

Terkait kekhawatiran masyarakat aktivitas parkir akan mengganggu pejalan kaki, Rudy menepisnya. Menurutnya, ekstensifikasi ruang parkir di city walk tidak mengabaikan hak pejalan kaki dalam mengakses jalur pedestrian itu.

"Dari hasil survei konsultan, setiap hari yang jalan kaki di city walk kira-kira hanya 27 Orang per menit. Itu pun tempatnya tertentu. Jadi tidak mengganggu," katanya.

 /></p>
<p style=2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

2 dari 2 halaman

Dukungan Pemilik Usaha

Hasil kajian yang dilakukan, lanjut dia, juga menunjukkan relatif besarnya dukungan pemilik usaha di Jalan Slamet Riyadi dan pemangku kepentingan di sana. "Jumlah yang setuju di sana disediakan tempat parkir ada sekitar 94 persen (dari responden). Sedangkan yang tidak setuju hanya 6 persen," terangnya

Rudy menilai kebijakan tersebut bukan menang-menangan. Sebab perekonomian di sisi selatan jalan tidak berkembang tanpa ruang parkir yang memadai. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pihaknya memutuskan untuk melanjutkan rencana perluasan area parkir di city walk.

"Kami akan siapkan rambu-rambu sesuai desain tim kajian. Nanti akan diuji coba dulu diterapkan 24 jam. Jadi bisa dilihat yang parkir di sana itu berapa banyak," katanya.

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Hari Prihatno menyampaikan, uji coba akan dilakukan selama 2-3 bulan. Lahan eks jalur hijau di city walk Jalan Slamet Riyadi akan dioptimalkan selama uji coba tersebut.

"Kami belum tahu waktu pelaksanaan uji coba. Kami siapkan dulu rambu dan markahnya," pungkas dia. [ray]

Baca juga:
Mobil BMW ini Sudah 4 Tahun Ditinggal Pemilik di Parkiran Monas
Fakta Menggiurkan Parkir Liar Jadi Rebutan & Hasilkan Uang Jutaan Rupiah
Polemik Parkir Minimarket, Polisi Periksa Kepala Bapenda Kota Bekasi
Kepala Bapenda Bekasi Kabur Usai Diperiksa Polisi Terkait Ormas Kelola Parkiran

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini