Pemkot Solo Naikkan Kuota Jalur Prestasi PPDB Menjadi 10 Persen

Rabu, 26 Juni 2019 12:00 Reporter : Arie Sunaryo
Pemkot Solo Naikkan Kuota Jalur Prestasi PPDB Menjadi 10 Persen PPDB di SMAN 1 Depok. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Menjelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, Pemerintah Kota Solo merevisi kuota untuk jalur PPDB SD-SMP. Jika sebelumnya jalur prestasi hanya diberi kuota 5 persen kali ini dinaikkan menjadi 10 persen.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menilai aturan yang diberlakukan tersebut sesuai dengan revisi Permendikbud nomor 51 tahun 2018. Dalam revisi terbaru disebutkan jika jalur prestasi dapat diberi jatah antara 5 hingga 15 persen.

"Kemarin sudah saya tanda tangani Perwali (Peraturan Wali Kota)-nya. Sudah saya tetapkan 10 persen. Saya ambil tengah-tengahnya, aturannya kan 5-15 persen, jadi saya putuskan 10 persen," ujar Rudyatmo, Rabu (26/6).

Dengan keputusan tersebut, pembagian kuota saat ini, 10 persen untuk jalur prestasi, 5 persen jalur perpindahan dan 85 persen untuk jalur zonasi. Kendati revisi aturan tersebut dilakukan dalam waktu yang mepet, ia memastikan tidak akan mengganggu kelancaran atau berdampak pada teknis pelaksanaan. PPDB. Namun hanya akan mengubah sedikit pada sistemnya.

"Masyarakat tidak perlu khawatir putra-putrinya tidak dapat bersekolah akibat sistem zonasi. Kita jamin seluruh anak wajib memperoleh hak pendidikan," tandasnya.

Rudy, sapaan akrab Wali Kota Solo mengimbau agar seluruh siswa mendaftar terlebih dulu sesuai zonasi. Namun jika pada akhirnya tidak dapat diterima di sekolah, ia berjanji untuk mencarikan sekolah lainnya yang masih kekurangan siswa.

Terpisah, Kabid SMP Dinas Pendidikan Surakarta, Bambang Wahyono, mengemukakan, Pemkot Solo juga memiliki jalur keluarga miskin (gakin). Dari kuota zonasi 85 persen, 30 persennya di antaranya diperuntukkan bagi siswa gakin.

"Untuk pendaftaran jalur gakin sudah kita mulai Senin kemarin. Jika siswa tidak diterima di sekolah manapun, mereka masih bisa masuk lewat jalur reguler," terangnya.

Menurut Bambang, meski melalui jalur reguler, para siswa gakin nantinya tidak akan kehilangan haknya sebagai warga miskin. Asal kan saja, mereka masuk di dalam SK Gakin yang sudah diterbitkan wali kota. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini